"Syaratnya apa? Syaratnya adalah apabila bangsa Indonesia bisa bersatu."
Di titik inilah pidatonya terasa lebih personal. Prabowo menekankan, kunci persatuan itu terletak di pundak para elit. Pengakuannya, keyakinan ini makin kuat setelah ia mendalami berbagai kajian geopolitik sejak beberapa tahun silam.
"Terutama apabila elitnya bisa bekerja sama. Ini bukan Prabowo saja, begitu saya lihat baca itu berapa tahun yang lalu, saya semakin yakin," tuturnya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk berdamai dengan masa lalu dan fokus pada tujuan bersama.
"Akhirnya selalu saya ingin, saya ingin selalu mengajak apa pun perbedaan kita, apa pun mungkin dosa-dosa kita di masa lalu, karena kita manusia pasti penuh dosa, pasti ada kesalahan."
"Tapi sekarang kita harus bekerja sama, kita harus kompak, kita harus bahu-membahu. Yang kuat tarik yang lemah, yang lemah berhimpun bekerja sama, bersaing baik, tapi begitu pertandingan selesai bersatu, bersatu."
Artikel Terkait
Tiga WNI Terjebak di Pulau Socotra Usai Serangan Udara Saudi
Bonus Rp 3,4 Miliar Jadi Kado Ultah Kejutan Martina dari Presiden
Prabowo Tersenyum Gelitik: Yang Namanya Prabowo, Semua Berprestasi!
Aset Dharmawangsa Nadiem Makarim Diusulkan Disita Jaksa di Sidang Korupsi