Dapur Sehat di Balik Jeruji: 200 Lapas Siap Produksi Makanan Bergizi Gratis

- Senin, 05 Januari 2026 | 20:05 WIB
Dapur Sehat di Balik Jeruji: 200 Lapas Siap Produksi Makanan Bergizi Gratis

Target Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan cukup ambisius: membangun dapur sehat di 200 lapas dan rutan. Nantinya, dapur-dapur ini akan jadi pusat produksi untuk program Makan Bergizi Gratis. Yang menarik, tenaga kerjanya bakal berasal dari para narapidana yang sudah dilatih dan punya sertifikat.

Menteri Agus Andrianto bilang, ini salah satu dari 15 program kerja yang dicanangkan untuk tahun 2026. Rencananya sudah matang.

"Sembilan, pembangunan dapur sehat di Lapas dan/atau Rutan dengan memberdayakan Warga Binaan yang tersertifikasi untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis," jelas Agus dalam siaran langsung di YouTube KemenImipas, Senin (5/1/2026).

Lokasi pastinya memang belum diumumkan. Tapi menurut Agus, timnya sudah mengkaji sejumlah titik. "Tadi Pak Dirjen melaporkan kepada saya ada 200 lebih titik yang bisa kita kerjakan, dan 50 yang tahap pertama," ujarnya.

Harapannya sih, program ini nggak cuma melibatkan warga binaan. Para pegawai KemenImipas juga diharapkan ikut serta. Agus melihat ini sebagai peluang yang bisa mendatangkan profit kalau dikelola dengan serius. "Syukur-syukur rekan-rekan mampu untuk menggerakkan masyarakat sekitar," imbuhnya, berharap dapur-dapur ini juga bisa melayani kebutuhan warga di sekeliling lapas.

Sebenarnya, ide ini sudah punya contoh nyata. Sebelumnya, KemenImipas sudah menjadikan dapur Lapas Sukamiskin di Bandung sebagai pilot project. Hasilnya? Setiap hari, para napi memasak ribuan porsi makanan bergizi.

"Dapur ini merupakan pilot project pemanfaatan fasilitas pemasyarakatan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis--yang memproduksi sekitar 3.444 porsi makanan setiap hari untuk disalurkan ke 12 sekolah dan lima posyandu di sekitar Lapas Sukamiskin--tanpa mengganggu kebutuhan konsumsi internal bagi warga binaan di Lapas Sukamiskin itu sendiri," papar Menteri Agus pada Sabtu (14/6/2025) lalu.

Faktanya, infrastruktur dasarnya sudah ada. Saat ini, ada 469 dapur di lapas dan rutan se-Indonesia yang punya sertifikat laik higienis. Belum lagi 754 warga binaan yang sudah tersertifikasi atau ikut pelatihan memasak. Modal itu yang ingin dikembangkan.

Ke depannya, Agus berharap kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional bisa diperkuat. "Harapan kami ke depan, lapas dan rutan yang telah memenuhi standar tersebut dapat mendukung program makan bergizi gratis bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional di berbagai wilayah Indonesia," pungkasnya.

Jadi, program ini bukan sekadar wacana. Dari pilot project di Bandung hingga target 200 titik, langkahnya mulai terlihat. Tinggal eksekusinya saja.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar