Sebenarnya, ide ini sudah punya contoh nyata. Sebelumnya, KemenImipas sudah menjadikan dapur Lapas Sukamiskin di Bandung sebagai pilot project. Hasilnya? Setiap hari, para napi memasak ribuan porsi makanan bergizi.
"Dapur ini merupakan pilot project pemanfaatan fasilitas pemasyarakatan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis--yang memproduksi sekitar 3.444 porsi makanan setiap hari untuk disalurkan ke 12 sekolah dan lima posyandu di sekitar Lapas Sukamiskin--tanpa mengganggu kebutuhan konsumsi internal bagi warga binaan di Lapas Sukamiskin itu sendiri," papar Menteri Agus pada Sabtu (14/6/2025) lalu.
Faktanya, infrastruktur dasarnya sudah ada. Saat ini, ada 469 dapur di lapas dan rutan se-Indonesia yang punya sertifikat laik higienis. Belum lagi 754 warga binaan yang sudah tersertifikasi atau ikut pelatihan memasak. Modal itu yang ingin dikembangkan.
Ke depannya, Agus berharap kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional bisa diperkuat. "Harapan kami ke depan, lapas dan rutan yang telah memenuhi standar tersebut dapat mendukung program makan bergizi gratis bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional di berbagai wilayah Indonesia," pungkasnya.
Jadi, program ini bukan sekadar wacana. Dari pilot project di Bandung hingga target 200 titik, langkahnya mulai terlihat. Tinggal eksekusinya saja.
Artikel Terkait
Wali Kota Antusias, Jadwalkan Siswa Belajar di Tabung Harmoni Hijau Polda Riau
Indonesia Soroti Ketegangan di Yaman Selatan, Dukung Inisiatif Saudi
Wagub Babel Hellyana Ditahan Bareskrim Terkait Dugaan Ijazah Palsu
Gamis Rompi Lepas Laris Manis, Tanah Abang Sudah Ramai Jelang Lebaran