"KBRI sudah melakukan sosialisasi "contigency plan" berdasarkan skenario yang mungkin terjadi," imbuh Fikry. "Kami juga telah memberikan "advice" langkah-langkah yang perlu dilakukan para WNI apabila skenario tersebut terjadi."
Lalu, bagaimana suasana kota Caracas sendiri? Menurut penuturan Dubes, situasi sempat sangat mencekam. Sabtu lalu, kota itu terasa lebih sunyi dari hari-hari biasa. Hampir semua aktivitas publik terhenti.
"Per hari Sabtu pascapenyerangan AS, situasi kota Caracas lebih sepi dari biasanya," ujarnya mendeskripsikan.
Pusat perbelanjaan tutup. Pom bensin mengunci pintu. Supermarket dan angkutan umum juga tak beroperasi. Hanya beberapa toko swalayan 24 jam yang masih berani buka. Di beberapa area, listrik dan air pun padam. Warga memilih untuk berdiam di rumah, menunggu situasi menjadi jelas.
Meski demikian, dari balik ketegangan itu, Fikry Cassidy menangkap secercah harapan. Ia menyebut kondisi di Venezuela mulai menunjukkan perbaikan. Sebuah perkembangan yang dinantikan banyak pihak.
Artikel Terkait
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali
Doktif Tuntut Penyitaan Akun Medsos dr Richard Lee di Polda Metro
Washington Klaim Kendali Penuh atas Venezuela, Minyak Jadi Taruhan Utama
Pemeriksaan dr. Richard Lee Dihentikan Dini Hari, Kesehatan Tersangka Memburuk