"Area di sekitar fasilitas tersebut tidak dihuni oleh warga sipil," imbuh pernyataan itu lagi, mencoba menegaskan bahwa operasi ini mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Mereka juga menekankan, tidak ada indikasi bahwa pengeboman di wilayah utara situs kuno Palmyra itu membahayakan penduduk setempat. Sebuah upaya untuk meredam kekhawatiran.
Sementara itu, lewat unggahan di media sosial X, Angkatan Bersenjata Prancis menyuarakan hal serupa. Kedua sekutu NATO ini, tulis mereka, melancarkan serangan terhadap posisi-posisi kelompok teroris Islamic State.
"Mencegah kebangkitan kembali Daesh merupakan isu utama bagi keamanan kawasan," tegas pernyataan Prancis. Sebuah pesan yang jelas bahwa ancaman ini masih dianggap nyata dan mendesak untuk diantisipasi.
Artikel Terkait
Dua Penumpang Lompat dari Angkot Usai Dibegal di Medan, Satu Kritis
Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Desak Pengadilan Umum untuk Pelaku dari BAIS TNI
Slot Akui Superioritas PSG Usai Liverpool Tunduk 2-0 di Parc des Princes
Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian Ponorogo