Beijing mengeluarkan peringatan keras untuk warganya yang berada di Jepang: tingkatkan kewaspadaan. Imbauan ini muncul di tengah klaim pemerintah China bahwa sejumlah warga negaranya telah menjadi sasaran di berbagai wilayah Jepang belakangan ini.
Suasana antara kedua negara Asia Timur itu memang sedang tidak baik-baik saja. Pemicunya adalah komentar kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai Taiwan. Beijing menilai pernyataan itu sebagai bentuk intervensi yang tak bisa diterima, dan ketegangan pun merembet ke mana-mana.
Melalui Kedutaan Besarnya di Tokyo, China secara resmi menyarankan warganya untuk menunda rencana berkunjung ke Jepang untuk sementara waktu. Pernyataan itu sebenarnya sudah dirilis pada Sabtu (3/1) waktu setempat, tapi baru ramai diberitakan media pemerintah China pada Senin (5/1) seperti dilaporkan Anadolu Agency.
Menurut kantor berita Xinhua, pihak kedutaan menyoroti memburuknya kondisi keamanan publik di beberapa area Jepang. Mereka menyebut ada insiden kekerasan yang terjadi di prefektur seperti Fukuoka, Shizuoka, dan Aichi.
Artikel Terkait
Trump Puji Operasi Penangkapan Maduro: Brilian dan Tanpa Korban AS
Ponsel yang Ditinggal Ngecas, Rumah di Depok Ludes Terbakar
Prabowo Bentuk Satgas, Tito Karnavian Pimpin Rehabilitasi Korban Bencana di Tiga Provinsi
Bocah Empat Tahun Tertembak Peluru Nyasar Saat Tawuran di Belawan