Di sisi lain, Dave juga menggarisbawahi perlunya persiapan matang untuk memulangkan WNI jika situasi makin runyam. Pemerintah, dalam pandangannya, harus waspada tanpa terburu-buru.
"Terkait opsi pemulangan WNI, Komisi I DPR RI menilai bahwa langkah tersebut harus dipersiapkan sejak dini sebagai antisipasi, namun pelaksanaannya tetap menunggu perkembangan situasi di lapangan. Artinya, kita tidak boleh gegabah, tetapi juga tidak boleh lengah,"
ujarnya.
"Kesiapan logistik, jalur evakuasi, dan komunikasi dengan WNI harus sudah disusun, sehingga bila keadaan mendesak, pemerintah dapat bergerak cepat."
Prinsip politik luar negeri bebas aktif, menurut Dave, harus jadi kompas. Indonesia tak boleh memihak, namun harus tegas membela keselamatan warganya. Dia berjanji Komisi I akan terus mengawasi langkah-langkah Kemlu, memastikan semuanya demi kepentingan nasional dan tetap selaras dengan hukum internasional.
Intinya sederhana tapi krusial: keselamatan WNI nomor satu, rencana evakuasi harus siap sedia, dan diplomasi Indonesia harus bijak sekaligus tegas menghadapi badai politik ini.
Artikel Terkait
Prabowo Sindir Elite Nyinyir di Tengah Pesta Swasembada Karawang
Warga Palmerah Tertembak Saat Hadang Dua Maling Motor Bersenjata
Penerbangan Kosong Alzubadi dan Serangan Pendahuluan Saudi di Yaman
Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, tapi Hatinya Masih Gelisah