Tragedi di Tanjung Priok: Ibu dan Dua Anak Tewas, Satu Selamat dengan Luka Bakar

- Minggu, 04 Januari 2026 | 16:20 WIB
Tragedi di Tanjung Priok: Ibu dan Dua Anak Tewas, Satu Selamat dengan Luka Bakar

Misteri masih menyelimuti kematian seorang ibu dan kedua anaknya di sebuah rumah kontrakan di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi pun masih berusaha mengurai benang merah penyebab tewasnya tiga orang sekeluarga ini. Kasusnya benar-benar membuat hati miris.

Peristiwa nahas itu baru terungkap Kamis malam lalu, tepatnya sekitar pukul delapan. Saat itulah jasad ketiga korban ditemukan. Mereka adalah Siti Solihah (50), sang ibu, bersama anak pertamanya Afiah (28) dan si bungsu Adnan yang masih 14 tahun.

Menurut sejumlah saksi di lokasi, ada satu orang lagi yang selamat dari rumah itu: anak ketiga Siti bernama Syauqi (23).

"(Yang meninggal) ibunya, anaknya perempuan, dan anak paling bungsu,"

kata Zen, anggota FKDM setempat, ketika ditemui wartawan Jumat siang. Suaranya terdengar berat.

Syauqi sendiri langsung dilarikan ke rumah sakit dan masih harus menjalani perawatan intensif. Kondisinya dikabarkan cukup serius. Siti diketahui menjalani hidup sebagai orang tua tunggal setelah ditinggal suaminya.

Zen bercerita, malam itu suasana langsung panik. Ketua RT berteriak-teriak minta tolong, meminta ada yang memanggil ambulans secepatnya begitu tahu ada korban jiwa di dalam. Keadaan di dalam rumah kontrakan itu jelas mencekam.

Dia juga menyebutkan soal kondisi fisik Syauqi, yang selamat itu. Kulitnya tampak melepuh, kata dia. Bagaimana dengan korban yang meninggal? Itu masih belum jelas.

"Kondisi fisik dari yang selamat ada contoh melepuhnya. Nggak tahu (kondisi) kalau yang korban meninggal. Kalau yang selamat kulitnya melepuh,"

ujar Zen lagi.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian ketiganya masih terus didalami. Polisi masih menyisir setiap kemungkinan, mengumpulkan petunjuk, untuk menjawab teka-teki yang menyedihkan ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar