Polisi masih berusaha mengungkap apa yang terjadi di Warakas, Tanjung Priok. Tiga orang dalam satu keluarga ditemukan tewas dengan dugaan keracunan. Sampai saat ini, penyidik telah memeriksa keterangan sepuluh orang saksi.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso, membenarkan hal itu.
"Ada 10 orang saksi (diperiksa)," ujarnya, Minggu lalu.
Korban ditemukan di sebuah rumah di kawasan Warakas III, Gang 10. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (2/1). Selain ketiga jasad, ada satu korban lagi yang sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.
Kini, ketiga jenazah sudah menjalani autopsi di RS Polri Kramat Jati. Proses itu selesai dan jasad telah dikembalikan kepada keluarga mereka. Namun begitu, hasil resmi dari pemeriksaan forensik itu sendiri masih ditunggu. Polisi pun belum mau gegabah menyimpulkan penyebab kematian.
"Ya, (autopsi) ini masih berproses ya. Belum bisa kita pastikan. Belum bisa dipastikan," kata Onkoseno pada Jumat.
Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Tim dokter forensik masih bekerja, menganalisis dengan cermat. Karena itulah, kata Onkoseno, kita belum bisa memastikan apakah keracunan jadi biang keladinya atau bukan.
"Untuk dugaan penyebab kematian belum bisa kita sampaikan saat ini karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung," tegasnya.
Ada satu hal lain yang mengusik. Kondisi jasad korban ditemukan dalam keadaan melepuh. Onkoseno menyebut ada ruam merah di kulit dan busa di mulut. Tapi, jangan buru-buru menyimpulkan.
"Ya itu juga masih dalam pemeriksaan ya. Artinya, yang secara kasatmata memang ada ruam merahnya, namun penyebabnya apa atau sebanyak apa karena apa, masih dalam pemeriksaan dari dokter forensik yang menangani," jelas dia.
Singkatnya, semua masih dalam tahap penyelidikan. Polisi mendalami setiap detail, menunggu hasil laboratorium, untuk mencari titik terang dari tragedi yang menyedihkan ini.
Artikel Terkait
Ibas Soroti Potensi Ekonomi dan Tantangan Industri Kreatif di Forum Museum Nasional
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Siap Bertarung di Babak Semifinal
Wamen Dalam Negeri: Program Strategis Nasional Harus Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Mendagri Beri Tenggat Satu Pekan untuk Pendataan Huntap Korban Bencana Sumatera