Brimob Turun ke Jalan, Cegah Tawuran Berulang di Cipinang Besar Selatan

- Minggu, 04 Januari 2026 | 14:25 WIB
Brimob Turun ke Jalan, Cegah Tawuran Berulang di Cipinang Besar Selatan

Minggu pagi di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, terasa berbeda. Bukan hanya karena cuaca. Tampak sejumlah personel Brimob Polda Metro Jaya berjaga di beberapa titik. Mereka ada di sana bukan tanpa alasan. Kegiatan ini sengaja digelar untuk mengantisipasi potensi tawuran warga yang kerap mengancam ketenangan kawasan itu.

Lokasi ini dipilih berdasarkan laporan dari warga sendiri. Ada informasi tentang kerawanan konflik sosial yang sewaktu-waktu bisa meledak. Jadi, ini upaya mencegah sebelum segala sesuatunya terjadi.

Latar belakangnya jelas. Insiden masih segar dalam ingatan. Dini hari tanggal 2 Januari 2025 lalu, tepatnya di depan Bassura, Jalan Basuki Rahmat, dua kelompok warga bentrok. Bentrokannya bahkan berulang kali dalam satu malam yang sama. Suasana mencekam sempat menyelimuti wilayah tersebut.

Merespon hal itu, Brimob pun turun tangan. Kombes Pol Henik Maryanto, selaku Dansat Brimob Polda Metro Jaya, menekankan pentingnya pendekatan preventif. Baginya, menjaga stabilitas keamanan tidak bisa hanya dengan menunggu laporan.

"Kehadiran kami di tengah masyarakat ini bentuk nyata pelayanan. Kami ingin mencegah, bukan sekedar merespons. Sekaligus bisa bergerak cepat jika ada potensi gangguan," ujar Henik.

Dia menegaskan komitmen satuanannya.

"Brimob Polda Metro Jaya terus berkomitmen hadir untuk menjaga situasi tetap kondusif melalui langkah-langkah preventif, profesional, dan humanis, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman," tegasnya.

Hasilnya? Hingga kegiatan patroli dan pengamanan itu berlangsung, situasi di Cipinang Besar Selatan terpantau aman. Benar-benar terkendali. Warga lalu-lalang, beraktivitas seperti biasa. Ini menunjukkan sinergi yang cukup baik antara aparat dan masyarakat setempat. Mereka bersama-sama ingin lingkungannya tertib.

Namun begitu, kewaspadaan tetap tak boleh kendur. Sejarah konflik di wilayah padat ini mengajarkan bahwa perdamaian butuh usaha ekstra untuk dirawat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar