Nuansa politik dalam negeri juga tak bisa diabaikan. Kongres penting partai penguasa akan digelar dalam hitungan minggu yang pertama dalam lima tahun. Agenda seperti kebijakan ekonomi dan rencana militer pasti akan mendominasi pembahasan.
Menjelang momen itu, Kim Jong Un tampak sibuk. Sang pemimpin dikabarkan memerintahkan modernisasi dan perluasan produksi rudal. Bahkan, ia mendorong pembangunan lebih banyak pabrik baru untuk memenuhi target yang ambisius.
Baru pada Minggu lalu, media pemerintah setempat melaporkan kunjungan Kim ke sebuah fasilitas produksi senjata berpemandu taktis. Di sana, ia memberikan instruksi yang tegas.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim meminta kapasitas produksi saat ini ditingkatkan secara drastis, hingga 250 persen. Sebuah target yang, jika dilihat dari frekuensi peluncuran akhir-akhir ini, mungkin sedang diusahakan dengan sungguh-sungguh.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59