Bagas menegaskan, pertemuan itu benar-benar hanya sekadar sapa. Tidak ada obrolan panjang, apalagi pertanyaan kemana atau sedang apa. "Nggak bisa dibilang interaksi sih. Cuma tegur sapa biasa aja. 'Kak', terus dia jawab, ya udah."
Yang membuatnya heran, sama sekali tak ada suara keributan atau hal mencurigakan dari rumah sebelah malam itu. Semuanya terlihat biasa saja.
Bahkan, menurut pengakuannya, dia masih sempat melihat Afiah lebih awal, tepat di malam tahun baru. Saat itu, banyak warga yang bakar-bakar atau kumpul-kumpul di luar.
"Dia nggak ikut bakar-bakaran sih. Cuma pas aku lagi di luar, dia buka pagar. Kayak mau lihat suasana aja gitu. Lalu kami cuma saling lihat dan angguk," tutur Bagas.
Kini, kenangan sekilas itu tinggal cerita. Rumah yang dulu tampak tenang, telah berubah menjadi lokasi sebuah tragedi yang masih menyisakan banyak tanda tanya.
Artikel Terkait
Hellyana Jalani Pemeriksaan Ijazah Palsu di Bareskrim
Polri Buka Suara: Penangkapan Wartawan di Morowali Murni Kasus Pembakaran
Berkas Kasus Resbob Resmi Diteruskan ke Kejaksaan
Eropa Membeku: Black Ice dan Salju Lumpuhkan Transportasi, Tewaskan Korban