Aceh Tamiang Bangkit: Listrik, BBM, dan Sinyal Kembali Hidup

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:55 WIB
Aceh Tamiang Bangkit: Listrik, BBM, dan Sinyal Kembali Hidup

Kabupaten Aceh Tamiang perlahan bangkit. Usai diterpa bencana yang melumpuhkan, dua kebutuhan vital masyarakat listrik dan bahan bakar minyak kini sudah bisa diakses kembali. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sendiri yang memastikan hal ini.

“Saya sempat menelepon Pak Bahlil dua minggu lalu karena saat itu tiga SPBU di Aceh Tamiang tutup semua,” kenang Tito.

“Alhamdulillah, dua hari lalu ketika saya ke sana bersama Bapak Presiden, tiga-tiganya sudah on, sudah aktif semua,” tambahnya. Ia berbicara di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu lalu, usai melepas ratusan praja IPDN yang akan diterjunkan ke wilayah terdampak.

Memang, sebelumnya antrean panjang sempat terjadi di pom bensin. Pasokan BBM terhambat, baik karena suplai yang tersendat maupun kerusakan fasilitas penyimpanan. Tapi sekarang situasinya jauh lebih baik. Antrean sudah menyusut dan stok dinilai cukup.

Di sisi lain, persoalan listrik juga tak kalah pelik. Banyak tiang tumbang, jaringan berantakan, apalagi di daerah-daerah terpencil. Pemulihannya butuh waktu, tidak instan.

“Main line-nya sudah bagus, jalur utamanya sudah normal. Jadi listrik di Aceh Tamiang sekarang sudah bagus,” ujar Tito memberi penekanan.

Ia tak lupa mengapresiasi kerja keras berbagai pihak yang memperbaiki jaringan, termasuk menangani sutet roboh di jalur Arun-Bireuen. Meski begitu, untuk wilayah pelosok, pekerjaan masih terus berlanjut. Itu realitanya.

Bagaimana dengan komunikasi? Ini juga sempat jadi masalah besar. Banyak menara seluler roboh, membuat telepon dan internet mati total. Namun, kondisi itu kini berubah.

“Waktu saya ke sana kemarin, handphone sudah aktif semua, internet sudah jalan. Informasi bisa berjalan dengan baik,” tutur Tito.

Bagi Mendagri, pemulihan infrastruktur dasar seperti inilah kuncinya. Ketika listrik menyala, BBM tersedia, dan komunikasi lancar, roda pemerintahan dan denyut ekonomi masyarakat bisa berdenyut normal kembali. Itulah fondasi utama sebuah daerah untuk benar-benar pulih.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar