Jumat pagi (2/1/2026) di Desa Slogo, suasana tampak berbeda. Warga dari Dukuh Karang Tanjung dan Dukuh Tileng berkumpul, menyaksikan sebuah acara sederhana namun punya arti penting bagi keseharian mereka: peresmian Jembatan Merah Putih Presisi.
AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, sang Kapolres Sragen, hadir langsung untuk meresmikan infrastruktur baru itu. Dengan penuh semangat, dia menyampaikan harapannya.
"Mudah-mudahan jembatan ini bisa benar-benar dimanfaatkan. Bukan cuma jadi kenang-kenangan atau simbol kehadiran kami dari Polres Sragen di tengah masyarakat. Tapi yang utama, ya fungsinya sebagai penghubung," ujar Dewiana.
Harapannya tak berhenti di situ. Menurutnya, jembatan ini diharapkan bisa menjadi lebih dari sekadar akses fisik. Dia ingin infrastruktur ini juga merajut hubungan yang lebih erat.
"Kami juga berharap dengan adanya jembatan Presisi Merah Putih ini akan terhubung jaringan silaturahmi dan persaudaraan kami dari Polres Sragen dengan masyarakat."
Setelah menandatangani batu peresmian, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pita sebagai tanda jembatan resmi dibuka. Namun, Dewiana rupanya belum puas hanya dengan seremoni.
Dia pun menyempatkan diri untuk menjajal langsung jembatan tersebut. Bersama beberapa warga, Kapolres itu berjalan kaki melintasinya, sambil sesekali berbincang ringan. Suasana jadi cair, jauh dari kesan kaku upacara formal.
Jembatan itu sendiri, meski sederhana, punya peran strategis. Ia menghubungkan dua dukuh yang sebelumnya mungkin terasa terpisah. Kini, akses untuk urusan sehari-hari warga baik ke pasar, sawah, atau sekadar bersilaturahmi diharapkan jadi lebih mudah dan lancar.
Artikel Terkait
Dua Remaja di Garut Jadi Tersangka Pembunuhan Siswa SMP karena Dendam
Gubernur DKI Larang Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan
Data Dinkes DKI Ungkap 94,9% Warga Jakarta Kurang Aktivitas Fisik
Keluarga Lima Tewas di Kuantan Diduga Akibat Pembunuhan-Bunuh Diri Ayah