Dia mengapresiasi kinerja anggotanya selama ini. Namun, dia menekankan, KRYD ini tetap penting. Tujuannya untuk mengelola kamseltibcarlantas dan harkamtibmas dengan baik.
Untuk dua hari ke depan, dia meminta seluruh jajaran tetap solid. Fokusnya adalah mengawal arus balik masyarakat usai libur Nataru. Setiap posko harus tetap beroperasi, memantau mulai dari tempat wisata yang masih ramai hingga pelabuhan penyeberangan.
"Semua lini tolong dicek, empat klaster itu harus dicek," tegasnya.
Pantauan harus menyeluruh. Situasi di tol, jalan arteri, jalan nasional, sampai jalan alternatif semuanya tidak boleh terlewat.
"Pelabuhan penyeberangan baik Bakauheni, Merak, termasuk Gilimanuk, Ketapang, dan yang ada di luar Jawa. Tolong posko cek semuanya," imbuh Irjen Agus dengan nada serius.
Pesan terakhirnya jelas: dalam operasi ini, tidak ada tempat untuk main-main. Personel harus betul-betul ada di lapangan dan memahami situasi dengan baik.
Artikel Terkait
HNW Kecam UU Hukuman Mati Israel, Sebut Alat Diskriminasi Sistematis
Imam Katedral Jakarta Serukan Ketahanan Iman Kaum Muda di Tengah Krisis Global
Penumpang KA Sancaka Terluka Usai Lompat dari Kereta yang Melaju di Stasiun Klaten
Turis Belgia Dideportasi Usai Lompat Tebing dan Rusakkan Motor Sewaan