Untuk pertama kalinya, Kim Ju Ae mengunjungi mausoleum tempat kakek dan buyutnya dimakamkan. Kunjungan sang putri pemimpin ini bukan sekadar kunjungan keluarga biasa. Banyak yang melihatnya sebagai sinyal kuat tentang posisinya di masa depan sebagai calon penerus tahta Korea Utara.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikutip AFP, Jumat lalu, Kim Jong Un hadir di Istana Matahari Kumsusan didampingi para pejabat tinggi. Yang menarik, dalam rombongan itu juga terlihat putrinya, Ju Ae.
Ini bukan kali pertama Ju Ae muncul dalam agenda penting ayahnya. Sebenarnya, dia sudah diperkenalkan ke publik global sejak 2022, saat mendampingi Kim Jong Un menyaksikan peluncuran rudal balistik antarbenua.
Sejak itu, media pemerintah di Pyongyang kerap menyapanya dengan sebutan-sebutan khusus. Dia dijuluki "anak kesayangan" dan bahkan "tokoh besar pembimbing" atau hyangdo istilah yang dalam budaya politik Korea Utara biasanya disematkan hanya untuk pemimpin tertinggi dan calon penerusnya.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan