Untuk pertama kalinya, Kim Ju Ae mengunjungi mausoleum tempat kakek dan buyutnya dimakamkan. Kunjungan sang putri pemimpin ini bukan sekadar kunjungan keluarga biasa. Banyak yang melihatnya sebagai sinyal kuat tentang posisinya di masa depan sebagai calon penerus tahta Korea Utara.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikutip AFP, Jumat lalu, Kim Jong Un hadir di Istana Matahari Kumsusan didampingi para pejabat tinggi. Yang menarik, dalam rombongan itu juga terlihat putrinya, Ju Ae.
Ini bukan kali pertama Ju Ae muncul dalam agenda penting ayahnya. Sebenarnya, dia sudah diperkenalkan ke publik global sejak 2022, saat mendampingi Kim Jong Un menyaksikan peluncuran rudal balistik antarbenua.
Sejak itu, media pemerintah di Pyongyang kerap menyapanya dengan sebutan-sebutan khusus. Dia dijuluki "anak kesayangan" dan bahkan "tokoh besar pembimbing" atau hyangdo istilah yang dalam budaya politik Korea Utara biasanya disematkan hanya untuk pemimpin tertinggi dan calon penerusnya.
Badan intelijen Korea Selatan sendiri sudah menangkap gelagat ini. Tahun lalu, mereka menyatakan Ju Ae telah menyadari perannya sebagai penerus setelah menemani sang ayah dalam kunjungan penting ke Beijing.
Di sisi lain, kita tahu keluarga Kim telah berkuasa di Korea Utara selama beberapa dekade. Kultus kepribadian yang menyelimuti "garis keturunan Paektu" itu meresap dalam kehidupan sehari-hari di negara yang tertutup ini.
Kim Jong Un sendiri adalah pemimpin ketiga dalam garis suksesi monarki komunis satu-satunya di dunia. Dia melanjutkan tampuk kepemimpinan setelah ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya, Kim Il Sung.
Kedua pendahulunya itu yang dalam propaganda negara dijuluki "pemimpin abadi" kini beristirahat di Istana Matahari Kumsusan. Mausoleum megah di jantung Pyongyang itu kini juga dikunjungi oleh cucu dan cicit mereka. Sebuah kunjungan yang sarat makna, sekaligus mungkin, sebuah pengukuhan.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Berantai di Hotel-Hotel Bintang Lima Jakarta Pusat
Dicoding dan Accenture Kembali Gelar Program Asah 2025 untuk Siapkan Talenta Digital dari Daerah
Janice Tjen Kalahkan Fernandez, Lolos ke 16 Besar Dubai Championship
Jemaah Naqsyabandiyah di Padang Mulai Puasa Lebih Awal Berdasarkan Hisab-Rukyat