Keluarga korban yang terbang dari Spanyol bahkan turun langsung ke lokasi. Kamis lalu, mereka diajak menggunakan speedboat Polri untuk melihat titik di Selat Pulau Padar tempat kapal itu tenggelam pada 26 Desember malam.
Di sana, mereka menyaksikan sendiri betapa ekstremnya kondisi laut. Arus bisa berubah sangat deras, gelombang tinggi muncul tiba-tiba di satu titik, sementara di spot lain air terlihat tenang. Sungguh situasi yang sulit ditebak.
Menurut Budi Widjaja dari Gahawisri Labuan Bajo, fenomena itu memang kerap terjadi. "Di sini ada anomali cuaca. Sebelumnya perairan tidak bergelombang, tiba-tiba kita bertemu dengan gelombang," katanya menerangkan kondisi Selat Pulau Padar yang dikenal tricky.
Jadi, tiga hari ke depan menjadi masa krusial. Semua pihak berharap upaya maksimal tim gabungan membuahkan hasil. Laut Komodo memang menawan, tapi di balik keindahannya tersimpan tantangan yang tak main-main.
Artikel Terkait
Nenek 80 Tahun Bernapas Lega, Pelaku Pengusiran Paksa Akhirnya Dicokok Polisi
Kim Ju Ae Kunjungi Makam Leluhur, Sinyal Kuat Penerus Tahta Pyongyang
DPR Dukung Tegas Sikap Indonesia Tolak Pengakuan Israel atas Somaliland
Prabowo Bela Menteri: Turun ke Bencana Bukan Sekadar Jalan-Jalan