Suasana pesta tahun baru di Crans Montana, Swiss, berubah jadi mimpi buruk. Kebakaran hebat melanda sebuah bar di kota resor ski mewah itu. Saat itu, warga dan turis sedang berkumpul merayakan pergantian tahun 2026. Akibatnya, 40 orang tewas dan 115 lainnya menderita luka-luka.
Komandan Polisi setempat, Frederic Gisler, mengonfirmasi angka korban yang mengerikan itu. "Kami menghitung sekitar 40 orang telah meninggal dan sekitar 115 orang terluka," ujarnya. Dia menambahkan, sebagian besar korban luka mengalami cedera yang serius.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Dia menyebut peristiwa ini sebagai salah satu tragedi paling kelam yang pernah menimpa negara mereka.
"Salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami oleh negara kita," kata Parmelin. Pernyataannya menggambarkan betapa dalamnya duka yang melanda.
Nah, sebelumnya sempat beredar kabar tentang adanya ledakan. Tapi polisi belum bisa memastikan itu. Menurut mereka, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan sedang diselidiki.
Juru bicara polisi, Gaetan Lathion, mencoba memberi gambaran. "Kami baru memulai penyelidikan kami," jelasnya. Crans Montana, menurutnya, adalah resor ski terkenal yang selalu ramai dikunjungi turis mancanegara. Situasinya pasti kompleks.
Di tengah kekacauan itu, upaya pertolongan terus dijalankan. "Pusat penerimaan dan saluran bantuan telah didirikan untuk keluarga yang terdampak," tambah Lathion. Upaya untuk mengumpulkan informasi dan menyatukan kembali korban dengan keluarganya menjadi prioritas saat ini.
Artikel Terkait
Gerakan Indonesia ASRI Perluas Aksi Bersih-Bersih Ruang Publik di Hari Peduli Sampah
Turis Selandia Baru Ancam Warga dengan Parang Usai Ricuh di Musala Gili Trawangan
ASDP Terapkan Diskon dan Single Tarif untuk Mudik Lebaran 2026
Andre Rosiade Bagikan 1.000 Paket Sembako dan Bantu Pembangunan BTS di Pariaman