Lebih dari 213 Ribu Rumah Terdampak Bencana di Sumatera, Bantuan Tunai Segera Digelontor

- Kamis, 01 Januari 2026 | 20:50 WIB
Lebih dari 213 Ribu Rumah Terdampak Bencana di Sumatera, Bantuan Tunai Segera Digelontor

Kerusakan akibat bencana di Sumatera ternyata jauh lebih luas dari perkiraan sebelumnya. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian baru-baru ini mengungkap angka yang mencengangkan: lebih dari 213 ribu rumah terdampak. Angka ini, menurutnya, masih bersifat dinamis dan bisa berubah.

Saat rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Tito menjelaskan rincian bantuan yang akan digelontorkan. Rupanya, besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan.

“Kepala BNPB barusan menyampaikan data yang paling terbaru,” ujar Tito, Kamis lalu.

“Karena memang ini datanya bergerak dinamis. Sehingga total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000.”

Nah, untuk rumah yang rusak ringan, bantuan yang disiapkan mencapai Rp 15 juta. Sementara kerusakan kategori sedang akan mendapat sokongan dana lebih besar, yakni Rp 30 juta. Tapi itu belum semuanya.

Di sisi lain, Kementerian Sosial juga turun tangan. Mereka akan memberikan tambahan bantuan sebesar Rp 3 juta khusus untuk penggantian perabot rumah tangga yang hancur seperti kursi, meja, atau tempat tidur.

“Data ini juga digunakan Kemensos,” jelas Tito.

“Untuk memberikan pembiayaan Rp 3 juta untuk menambah bantu isi rumahnya, yang rusak. Dan untuk ekonominya Rp 5 juta.”

Lalu bagaimana dengan rumah yang rusak berat atau bahkan hilang sama sekali? Menurut Tito, pemerintah punya skema khusus. Penggantian rumah akan dilakukan. Opsi yang diberikan adalah penempatan di hunian sementara, atau penerimaan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi yang memilih menunggu.

Namun begitu, Tito menekankan bahwa semua angka ini masih bisa berubah. Ia mendorong para kepala daerah untuk segera melaporkan data akurat dari lapangan. Koordinasi ketat dengan tiga gubernur di wilayah terdampak terus dilakukan.

“Kami sudah beberapa kali rapat,” tuturnya.

“Rekan-rekan kepala daerah selalu yang kami minta tolong bantu cepat datanya. Kalau untuk Sumatera Barat sudah cepat, kemudian Sumatera Utara juga datanya sudah banyak yang masuk.”

Jadi, proses pendataan masih berjalan. Bantuan yang tepat sasaran, tampaknya, sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan laporan dari daerah.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar