Di Balai Kota Bawah Tanah, Sejarah Baru New York Dimulai

- Kamis, 01 Januari 2026 | 20:25 WIB
Di Balai Kota Bawah Tanah, Sejarah Baru New York Dimulai

Sejarah baru tercipta di New York City. Zohran Mamdani, seorang imigran dari Uganda, resmi menjadi Wali Kota. Yang membuat momen ini istimewa, ia adalah muslim pertama yang menduduki posisi puncak di kota yang tak pernah tidur itu.

Pelantikannya berlangsung unik, jauh dari kemewahan balai kota. Menurut laporan CNN dan Al-Jazeera, Kamis (1/1/2026) dini hari waktu setempat, Mamdani mengucapkan sumpah jabatan di sebuah stasiun kereta bawah tanah tua di Manhattan. Suasana hening seketika pecah oleh suara sumpahnya, tak lama setelah jarum jam melewati tengah malam.

Di hadapan para undangan, ia meletakkan tangan di atas Al-Quran. Ritual itu sekaligus menegaskan identitasnya dan mencatatkan namanya sebagai wali kota muslim pertama di seluruh Amerika Serikat.

Letitia James, Jaksa Agung New York yang disebut Mamdani sebagai 'inspirasi politiknya', yang membacakan ikrar sumpah. Nuansanya terasa sangat simbolis.

Bayangkan saja. Acara digelar di peron Stasiun Balai Kota lama, tersembunyi di bawah Taman Balai Kota Manhattan. Tempat itu adalah keajaiban arsitektur yang terlupakan. Langit-langitnya melengkung indah berhias ubin, jendela kaca warnanya memantulkan cahaya redup, dan lampu gantung kuningannya diam membisu. Sudah puluhan tahun stasiun ini mati, sejak ditutup pada 1945.

Lokasinya memang jarang dibuka, cuma untuk tur berpemandu sesekali. Tapi di sanalah, di salah satu dari 28 stasiun asli yang dibuka tahun 1904 itu, sebuah era baru untuk New York dimulai. Stasiun itu dulu mengantarkan kota pada masa inovasi dan pertumbuhan. Kini, ia menjadi saksi bisu lahirnya sebuah babak baru.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar