"Hasilnya, kami dapatkan data CT scan dan rontgen. Lalu, pada Minggu 16 November sekitar pukul tujuh pagi, korban menghembuskan napas terakhir di RS Fatmawati. Diagnosis tetap sama: tumor batang otak," jelas Victor menegaskan.
Namun begitu, kisah pilu perundungan yang menimpa MH tak bisa begitu saja diabaikan. Sebelum meninggal, ia sempat dirawat selama seminggu akibat luka fisik dan trauma yang diduga kuat berasal dari tindakan teman-temannya. Kondisinya terus merosot, lemas, sampai akhirnya tak bisa beraktivitas.
Kakak korban, yang disapa R, membenarkan bahwa adiknya kerap menjadi sasaran. Menurut pengakuannya, MH sudah mengalami perundungan sejak masa MPLS. Puncaknya terjadi Senin, 20 Oktober lalu, saat ia dikabarkan dipukul dengan bangku oleh teman sekelasnya.
Saat keluarga mulai menyelidiki, MH pun mengakui sering mendapat perlakuan kasar. Dipukul, ditendang, itu sudah biasa baginya. Awalnya, ia dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Tangsel. Tapi karena keadaannya tak kunjung membaik, ia pun dirujuk ke RS Fatmawati di Jakarta Selatan. Di sanalah perjalanan hidupnya berakhir.
Jadi, meski penyebab kematiannya adalah penyakit yang ia bawa, narasi panjang tentang penderitaan akibat bullying itu tetap meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Artikel Terkait
Tiga Daerah di Sulsel Kolaborasi Olah Sampah Jadi Listrik 25 MW
Iran Izinkan Kapal Irak Melintasi Selat Hormuz di Tengah Blokade
Platform X Siapkan Fitur Auto-Lock untuk Cegah Penipuan Kripto
Polisi Buru Preman Diduga Aniaya Tuan Hajatan hingga Tewas di Purwakarta