Dengan nada tegas, sang menteri pun memberi peringatan. Ancaman terhadap persatuan bangsa, katanya, tak akan pernah dibiarkan.
"Mereka yang berusaha merusak persaudaraan kita, persatuan kita, kebersamaan kita... hanya akan menghadapi kekuatan negara kita dan persatuan bangsa kita," tegas Yerlikaya.
Langkah keras ini bukan tanpa alasan. Latar belakangnya adalah insiden berdarah yang terjadi hanya dua hari sebelumnya, tepatnya pada Senin (29/12). Di Yalova, kota di barat laut Turki, tiga anggota polisi tewas dalam baku tembak panjang melawan kelompok ekstremis yang sama.
Bentrokan berjam-jam itu juga menewaskan enam anggota ISIS. Menurut informasi, keenamnya merupakan warga negara Turki. Tragedi itulah yang diduga memicu gelombang operasi anti-teror yang lebih masif ini.
Artikel Terkait
Ketua Parlemen Iran: Waktu AS dan Israel Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon Hampir Habis
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai
Empat Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan KPK Ditangkap di Jakarta