Operasi besar-besaran digelar aparat keamanan Turki pagi tadi. Sasaran mereka adalah jaringan yang diduga kuat berafiliasi dengan kelompok radikal Islamic State, atau ISIS. Puluhan orang diamankan dalam penggerebekan yang menjangkau puluhan provinsi secara nasional.
Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya sendiri yang mengumumkan hasil operasi ini. Dalam pernyataannya, dia menyebut angka yang cukup signifikan.
"Kami menangkap 125 tersangka Daesh dalam operasi serentak yang dilakukan di sebanyak 25 provinsi, pagi ini," ujarnya.
Daesh, perlu diketahui, adalah akronim dalam bahasa Arab untuk ISIS. Operasi pagi itu menyasar wilayah Istanbul, Ankara, Yalova, dan dua puluh dua provinsi lain di Turki. Cuplikan video yang dibagikan Yerlikaya memperlihatkan detik-detik penggerebekan. Pasukan keamanan terlihat memborgol sejumlah tersangka di dalam rumah.
Dengan nada tegas, sang menteri pun memberi peringatan. Ancaman terhadap persatuan bangsa, katanya, tak akan pernah dibiarkan.
"Mereka yang berusaha merusak persaudaraan kita, persatuan kita, kebersamaan kita... hanya akan menghadapi kekuatan negara kita dan persatuan bangsa kita," tegas Yerlikaya.
Langkah keras ini bukan tanpa alasan. Latar belakangnya adalah insiden berdarah yang terjadi hanya dua hari sebelumnya, tepatnya pada Senin (29/12). Di Yalova, kota di barat laut Turki, tiga anggota polisi tewas dalam baku tembak panjang melawan kelompok ekstremis yang sama.
Bentrokan berjam-jam itu juga menewaskan enam anggota ISIS. Menurut informasi, keenamnya merupakan warga negara Turki. Tragedi itulah yang diduga memicu gelombang operasi anti-teror yang lebih masif ini.
Artikel Terkait
Rudal Balistik Rusia Serang Kyiv, Polandia Kerahkan Jet Tempur
Pemerintah Buka Suara Soal Impor Jagung AS Khusus untuk Industri Makanan dan Minuman
Polisi Selidiki Kematian Santri Sukabumi Diduga Akibat Kekerasan dan Penyakit Kronis
Ronaldo Berpuasa Dua Hari di Ramadan, Mantan Rekan Ungkap Sikap Hormatnya