Jadi, siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan ini? Ida mengaku kampus tak punya jawaban pasti. Dia menduga ada kemungkinan adanya 'admin siluman' atau celah keamanan di sistem pusat yang dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.
"Kami tidak tahu siapa yang memasukkan data tersebut. Bisa saja ada admin siluman atau bahkan sistem PDDikti diretas. Kejadian seperti ini sangat sulit diantisipasi oleh pihak kampus,"
jelasnya lebih lanjut.
Yang cukup mengejutkan, ternyata ini bukan kasus tunggal. Menurut pengakuan UHO, persoalan serupa sudah beberapa kali terjadi dan menimpa sejumlah alumni lainnya. Ayu Amanda, lulusan Teknik Sipil itu, hanyalah salah satu dari beberapa korban.
Jadi, ada apa sebenarnya dengan sistem database pendidikan tinggi kita? Kasus ini jelas memantik pertanyaan besar tentang akurasi dan keamanan data yang seharusnya jadi rujukan resmi.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Serukan Pelestarian Budaya Betawi di Tengah Dinamika Jakarta
Adik Bacok Kakak Kandung di Cakung Usai Ditegur Soal Pelecehan
Israel Serang Gaza, Tewaskan 7 Orang Meski Gencatan Senjata Berlaku
Malaysia Kutuk Pembangunan 34 Permukiman Baru Israel di Tepi Barat