Rapat koordinasi di Aceh itu sempat tersendat oleh basa-basi. Wakil Ketua DPR Saan Mustopa langsung angkat bicara, minta agar sapaan 'Yang Terhormat' yang bertele-tele itu dihilangkan saja. Baginya, formalitas yang terlalu panjang justru menghambat kerja nyata.
Di sisi lain, pakar komunikasi Firman Kurniawan dari UI mencoba menelusuri asal-usul kebiasaan ini. Menurutnya, sapaan semacam itu sebenarnya punya fungsi simbolis. "Itu sebetulnya sebuah bentuk simbolisasi penghormatan," jelas Firman, Rabu (31/12/2025).
"Jadi mungkin selama ini di berbagai forum, simbolisasi itu diwujudkan dengan menyebut 'Yang Terhormat'.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lepas Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi PBB di Lebanon
Empat Pekerja Tewas Terjatuh ke Bak Penampungan Air di Proyek Jagakarsa
Satgas PRR: Data Huntara Diperbarui Berkala untuk Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal
Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Tiba di Kulon Progo Usai Gugur dalam Misi UNIFIL