Di gedung Mahkamah Agung yang megah, Ketua MA Sunarto berbicara tentang sosok hakim yang ideal. Bukan sekadar soal kecerdasan intelektual. Ada hal lain yang jauh lebih penting, menurutnya.
Ucapan ini muncul dalam acara Apresiasi dan Refleksi Mahkamah Agung 2025, di Jakarta Pusat, Selasa lalu. Saat itu, Sunarto tengah menjelaskan soal pembentukan panitia seleksi untuk mencari pengganti hakim konstitusi Anwar Usman yang akan pensiun tahun depan. Namun, pembahasannya merembet ke kriteria mendasar seorang penegak hukum.
“Jabatan diberikan pada orang yang enggak tahu apa-apa, jelas berisiko,” ujar Sunarto.
“Tapi juga, jabatan diberikan pada orang yang pintar, smart, tahu apa-apa tapi tidak punya iman, ya itu berisiko juga. Enggak takut sama Tuhan. Iya kan?”
Poinnya jelas. Pintar saja tidak cukup. Bahkan, bisa berbahaya.
Artikel Terkait
Libur Panjang Paskah, Kawasan Monas Ramai Dikunjungi Keluarga
Pengacara Bantah Kliennya Ada di TKP Kasus Kekerasan Seksual di Tanah Abang
Lansia di Jepara Tewaskan Mantan Mertua Usai Bakar Korban dengan Pertalite
Satgas PRR: 230 Huntap Selesai, 90% Huntara Terpenuhi di Sumatera Pascabencana