Di gedung Mahkamah Agung yang megah, Ketua MA Sunarto berbicara tentang sosok hakim yang ideal. Bukan sekadar soal kecerdasan intelektual. Ada hal lain yang jauh lebih penting, menurutnya.
Ucapan ini muncul dalam acara Apresiasi dan Refleksi Mahkamah Agung 2025, di Jakarta Pusat, Selasa lalu. Saat itu, Sunarto tengah menjelaskan soal pembentukan panitia seleksi untuk mencari pengganti hakim konstitusi Anwar Usman yang akan pensiun tahun depan. Namun, pembahasannya merembet ke kriteria mendasar seorang penegak hukum.
“Jabatan diberikan pada orang yang enggak tahu apa-apa, jelas berisiko,” ujar Sunarto.
“Tapi juga, jabatan diberikan pada orang yang pintar, smart, tahu apa-apa tapi tidak punya iman, ya itu berisiko juga. Enggak takut sama Tuhan. Iya kan?”
Poinnya jelas. Pintar saja tidak cukup. Bahkan, bisa berbahaya.
Menurut Sunarto, hakim yang tak punya rasa takut kepada Tuhan akan mudah terjerumus. Hal-hal tercela bisa dianggap enteng. Mereka akan cenderung melanggar, lalu berkilah hanya sedang sial bila ketahuan. Logika semacam ini yang ia khawatirkan.
Sebaliknya, dengan iman yang kuat, seorang hakim punya pengawas internal yang jauh lebih ketat.
“Paling kalau penegak hukum, ya, kalau, 'ya lagi sial saja', iya? Tapi kalau sudah ada waskat, pengawasan oleh malaikat, mereka enggak akan macam-macam,” tuturnya.
Argumennya sederhana: bila seseorang yakin diawasi oleh malaikat, dia akan berpikir seribu kali sebelum melanggar. Ada penegak hukum atau tidak, pelanggaran tidak akan dilakukan. Itulah kekuatan iman, kira-kira begitulah penjelasan Sunarto.
Pesan ini ia sampaikan bukan sebagai wejangan agama semata. Tapi lebih sebagai peringatan tentang bahaya ketika kecerdasan dan wewenang tidak diimbangi dengan fondasi moral yang kokoh. Sebuah refleksi yang cukup dalam di tengah proses seleksi hakim yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
BMKG Amati Hilal di 37 Titik untuk Tentukan Awal Ramadan 2026
BI Kaltim Siapkan Rp2,18 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran 2026
Korban Banjir Bandang Aceh Utara: Kuburan Orang Tua Saya pun Hilang
Israel Setujui Proposal Kontroversial Klaim Lahan di Tepi Barat, Palestina Kecam sebagai Aneksasi