Di gedung Mahkamah Agung yang megah, Ketua MA Sunarto berbicara tentang sosok hakim yang ideal. Bukan sekadar soal kecerdasan intelektual. Ada hal lain yang jauh lebih penting, menurutnya.
Ucapan ini muncul dalam acara Apresiasi dan Refleksi Mahkamah Agung 2025, di Jakarta Pusat, Selasa lalu. Saat itu, Sunarto tengah menjelaskan soal pembentukan panitia seleksi untuk mencari pengganti hakim konstitusi Anwar Usman yang akan pensiun tahun depan. Namun, pembahasannya merembet ke kriteria mendasar seorang penegak hukum.
“Jabatan diberikan pada orang yang enggak tahu apa-apa, jelas berisiko,” ujar Sunarto.
“Tapi juga, jabatan diberikan pada orang yang pintar, smart, tahu apa-apa tapi tidak punya iman, ya itu berisiko juga. Enggak takut sama Tuhan. Iya kan?”
Poinnya jelas. Pintar saja tidak cukup. Bahkan, bisa berbahaya.
Artikel Terkait
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan
Korban Laporan Begal di Lebak Bulus Ternyata Sasaran Pengeroyokan Tawuran