Arusnya sudah terlalu ganas dan membahayakan. Tidak mungkin untuk didekati.
Meski tak ada korban jiwa, kerugian yang dialami Kiki sungguh total. Seluruh harta bendanya lenyap ditelan banjir bandang. Semua serba hilang: dokumen penting seperti KTP, pakaian, hingga ayam-ayam peliharaannya ikut terseret arus yang keruh.
“Kalau untuk barang-barang, ayam semua hanyut. KTP, baju, semua hilang,” katanya dengan pilu.
Kini, yang tersisa hanya harapan. Rumah yang hanyut itu bukan sekadar bangunan biasa, melainkan peninggalan kedua orang tuanya. Kiki berharap ia bisa membangunnya kembali, meski ia tahu jalan yang ditempuh masih sangat panjang.
Artikel Terkait
Wamendagri: Dai dan Ulama Diharapkan Jadi Penggerak Sosial di Wilayah Perbatasan
BPK Mulai Audit LKPD Bangka Belitung, Fokus pada Belanja Barang dan Proyek
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Picu Kenaikan Harga BBM
Persib Waspadai Bali United yang Berangkat dengan Moral Tinggi ke GBLA