Lalu, bagaimana kelanjutannya? Fahri menyebut bahwa koordinasi sudah berjalan. Pertemuan dengan Menteri PAN-RB dan Mensesneg diagendakan dalam waktu sangat dekat.
“Mudah-mudahan satu dua hari ini kami ada pertemuan lagi,” harapnya. “Kalau bisa di awal tahun ini sudah kita sahkan.”
Tak hanya itu, ia juga sudah berbicara dengan Danantara. Kenapa? Karena badan usaha itu dipandang sebagai penyedia lahan paling potensial, terutama untuk konsep Transit Oriented Development (TOD).
“Karena itu semua nanti akan diregulasi dalam pembentukan badan yang mengurusi percepatan pembangunan rumah rakyat,” imbuh Fahri, menutup penjelasannya.
Jadi, langkahnya sudah mulai terlihat. Dari pembicaraan di Istana, ide soal lembaga khusus ini kini tinggal menunggu realisasi di meja rapat berikutnya.
Artikel Terkait
Rusia, AS, dan Tiongkok Pimpin Perlombaan Teknologi Rudal Balistik Antarbenua
Jessica Iskandar Alami Gejala Hepatitis A Diduga dari Makanan yang Diolah Asisten Rumah Tangga
Rakyat Iran Berkabung 40 Hari Gugurnya Ayatollah Khamenei di Tengah Gencatan Senjata
Unpad Buka 3.868 Kursi Jalur Mandiri 2026, Tanpa Kenaikan UKT