Pertemuan di Istana Negara, Selasa lalu, membawa angin segar untuk program hunian sosial. Fahri Hamzah, sang Wakil Menteri Perumahan, baru saja melaporkan progresnya kepada Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya? Bisa dibilang cukup ambisius.
Rupanya, Prabowo setuju untuk menambah target renovasi hunian sosial secara signifikan. Awalnya, anggaran APBN 2026 hanya mengalokasikan untuk 400 ribu unit. Namun, usai pertemuan itu, angka yang disepakati melonjak jauh.
"Tahun depan sudah ada anggaran untuk renovasi yang sudah tertulis dalam APBN 2026 itu sekitar 400.000 unit," jelas Fahri.
Namun begitu, Presiden punya pandangan lain. Menurut Fahri, Prabowo justru menyetujui penambahan hingga 2 juta unit renovasi. Fokusnya akan diletakkan pada 1 juta unit di area perkotaan. Di sinilah tantangan sesungguhnya muncul.
Masalah lahan di kota-kota besar memang bukan hal baru. Semrawut, mahal, dan persaingannya ketat. Fahri mengakui, inilah kendala utama yang akan menghadang target ambisius tersebut.
"Tetapi bahkan beliau setuju sampai 2 juta sekalipun untuk renovasi, tidak ada masalah. Tetapi yang 1 juta di perkotaan ini kita memang memerlukan satu mekanisme percepatan, akselerasi, karena di perkotaan itu ada banyak masalah ketersediaan lahan yang memang sangat sulit," ujarnya.
Oleh karena itu, solusi yang digarisbawahi adalah payung hukum yang kuat. Tanpa aturan main yang jelas dan sebuah lembaga yang punya taring, target itu bisa jadi sekadar wacana. Selama ini, kewenangan terkait tanah, izin, dan pembiayaan terpencar di berbagai instansi. Prosesnya jadi lamban dan berbelit.
"Dan inilah yang kami lagi design konsepnya dalam bentuk peraturan yang dibutuhkan. Mungkin setingkat Perpres atau PP yang sedang kami siapkan. Mungkin itu aja sih," tambahnya.
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Bantuan Rp54,57 Miliar di Hari Libur untuk Korban Bencana
Tabrakan Truk Diduga Militer Tewaskan Satu Orang di Kalideres
Satu Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Gresik, Sopir Akui Melamun
Korban Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Sebut Pelaku Orang-Orang Pengecut dari Balik Perawatan