Menurut penyelidikan polisi, ada sejarah panjang di balik tragedi ini. Korban, sang ibu, diketahui sering memarahi anggota keluarganya. Bahkan, ancaman dengan senjata tajam seperti pisau kerap dilontarkan. Situasi rumah yang penuh ketegangan itu diduga menjadi pemicu utama.
“Perlakuan korban terhadap bapak, kakak, dan adik AI mengancam menggunakan pisau,” jelas Calvijn Simanjuntak.
Tak berhenti di situ. Kakak dari AI juga kerap menjadi sasaran kemarahan ibunya, dengan pukulan sapu dan cubitan. AI sendiri tak luput dari perlakuan serupa. Rupanya, pikiran untuk melukai sang ibu sudah lama terlintas di benak anak itu, hanya saja kesempatan tak kunjung datang.
“Adik AI terlintas berpikir melukai korban, tetapi tidak ada kesempatan,” pungkasnya.
Kasus ini menyisakan duka dan tanda tanya besar tentang dinamika keluarga yang terjadi di balik pintu rumah mereka.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai
Empat Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan KPK Ditangkap di Jakarta
Dari Limbah Gula Merah Bone, Dainichi Kuasai 90% Pasar Indonesia Timur