Di sisi lain, ada rencana baru di atas meja. Sebuah proposal 20 poin yang akan membekukan garis depan pertempuran. Rencana ini memungkinkan Ukraina menarik pasukannya dari wilayah timur dan membentuk zona penyangga yang didemiliterisasi.
Ini penting. Proposal tersebut dianggap sebagai pengakuan paling jelas dari Kyiv soal kemungkinan memberi konsesi wilayah. Kabarnya, draf ini lebih bisa diterima Ukraina ketimbang proposal awal 28 poin dari Washington bulan lalu, yang dianggap terlalu mengakomodasi tuntutan Rusia.
Bagaimana tanggapan Moskow? Sampai saat ini, Kremlin belum memberi respons resmi. Meski begitu, semua tanda menunjukkan mereka tidak berniat mengurangi tuntutan teritorialnya yang luas. Situasinya tetap rumit.
Pertemuan Florida ini sendiri sudah diantisipasi. Zelensky sebelumnya telah memberi konfirmasi. "Pada akhir pekan, saya kira pada hari Minggu, di Florida, kami akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Trump," kata pemimpin Ukraina itu.
Perbincangan juga mengisyaratkan langkah selanjutnya. Kemungkinan akan ada pembicaraan lanjutan dengan para pemimpin Eropa di Washington. Semua demi mendorong satu kesepakatan damai yang sulit itu terwujud.
Artikel Terkait
Persib Hadapi Ujian Berat dari Bali United di GBLA, Perjuangkan Puncak Klasemen
DPD Soroti Peran Strategis Perempuan Bentuk Karakter Bangsa di Era Digital
Satu Hilang Diterjang Arus Usai Kecelakaan di Jembatan Sungai Pelus Banyumas
Iran Sebut Kegagalan Perundingan dengan AS di Islamabad Wajar karena Tingginya Ketidakpercayaan