Viral di media sosial, seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) mengakui telah meludahi seorang kasir swalayan. Peristiwa yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan itu dipicu oleh persoalan antrean. Pelaku, Amal Said, membela diri dengan menyebut reaksinya itu "manusiawi".
Amal mengisahkan, emosinya naik saat diminta oleh kasir berinisial N (21) itu untuk pindah ke kasir lain. Menurutnya, dia tidak menyerobot, hanya berpindah ke meja kasir yang kosong.
"Mulai di dadaku itu agak lain-lain," ujarnya, menggambarkan gejolak emosi saat itu.
"Dalam hatiku, ini anak apa maunya saya dikasih begitu. Saya ini orang tua, sudah putih rambutku."
Meski mengakui tindakannya, Amal berusaha meluruskan detail kejadian. Dia membantah meludahi langsung ke wajah korban.
"Saya sadar itu (tindakan meludah) memang tidak benar kalau begitu sama orang. Tapi, itu sangat manusiawi kalau dikasih jengkel dan bereaksi," kata Amal, seperti dilaporkan Sabtu lalu.
Dia menjelaskan, ludahnya mengenai pakaian si kasir. "Jadi kayak mappora (meludah) itu. Mungkin ada ke atas (sampai kena muka), tapi yang sempat saya lihat di (pakaian) bagian perut," bebernya.
Cerita satu sisi ini tentu masih menyisakan banyak pertanyaan. Namun, klaim "reaksi manusiawi" untuk tindakan meludahi orang lain jelas menuai kritik tajam dari warganet. Peristiwa ini kembali memantik perdebatan soal etika dan kontrol diri di ruang publik.
Artikel Terkait
DPR Minta Dua Menteri Fokus Bantu Presiden, Jangan Saling Intrik
Brad Pitt Kembali Perankan Cliff Booth, David Fincher Sutradarai Sekuel Once Upon a Time in Hollywood
Operasi Keselamatan Toba 2026: Lebih dari 10 Ribu Penindakan dalam 10 Hari
Gus Yaqut Ajukan Praperadilan Bantah Status Tersangka KPK