Gunungan Sampah Ciputat Menggerogoti Jalan, Warga Tutup Hidung

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:20 WIB
Gunungan Sampah Ciputat Menggerogoti Jalan, Warga Tutup Hidung

Gunungan sampah masih jadi pemandangan yang memprihatinkan di beberapa titik Ciputat, Tangerang Selatan. Bau menyengat dan tumpukan yang memakan sebagian jalan jelas mengganggu kenyamanan warga. Tak heran, keluhan pun bermunculan.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Benyamin Davnie mengakui persoalan tersebut. Dia bilang, proses pengangkutan sampah memang sedang berjalan, tapi dilakukan setahap demi setahap. Prioritasnya diberikan ke lokasi-lokasi yang dinilai paling mengganggu, baik dari segi kenyamanan publik maupun kelancaran lalu lintas.

"Pengangkutan sedang dijadwalkan dan akan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas di lokasi-lokasi yang paling mempengaruhi kenyamanan warga dan arus lalu lintas,"

ujar Benyamin, Sabtu (27/12/2025).

Dua titik yang jadi sorotan adalah area sekitar Pasar Ciputat dan Pasar Cimangis. Menurut Benyamin, penumpukan di kedua lokasi itu memang sedang dalam penanganan.

"Betul saat ini terdapat penumpukan sampah di kedua titik tersebut yang sedang kami tangani. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Tangsel telah menyiapkan rencana pengangkutan dan penanganan di dua titik itu,"

tambahnya.

Di sisi lain, situasi di lapangan terlihat cukup parah. Pantauan di Jalan Aria Putra dekat Pasar Ciputat, misalnya, memperlihatkan tumpukan sampah yang ditutupi terpal. Sayangnya, sampah masih berserakan di luar penutupnya, baunya menusuk hidung, dan bahkan sedikit 'mengerogoti' lajur jalan. Akibatnya? Kemacetan kecil pun tak terhindarkan.

Hal serupa terlihat di samping Pasar Cimanggis. Gunungan sampah di sana juga mempersempit jalan, memaksa kendaraan berjalan lebih hati-hati. Pengendara yang melintas terpaksa menutup hidung, mencoba menghindari bau tak sedap yang terpapar di udara.

Warga yang sehari-hari melewati lokasi itu tentu resah. Kekhawatiran akan munculnya penyakit menjadi hal yang paling mereka takutkan.

"Iya (takut ada penyakit). Jangan ditanya. Kalau bisa cepat diselesaikanlah, cari solusi, cepat diangkut,"

keluh Rizal, salah seorang warga Ciputat.

Menyadari keluhan itu, Benyamin Davnie menyampaikan permohonan maaf. Dia juga berterima kasih atas perhatian dan masukan dari masyarakat.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih kepada warga dan media atas perhatian dan masukannya. Kami terus berupaya memperbaiki layanan kebersihan demi kenyamanan bersama,"

pungkasnya.

Kini, tinggal menunggu komitmen itu diwujudkan dalam aksi nyata. Warga Ciputat jelas berharap gunungan sampah itu segera lenyap dari pandangan, dan lebih penting lagi, dari penciuman mereka.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar