Kasus korupsi izin tambang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, akhirnya berhenti. Setelah delapan tahun berjalan, KPK baru saja mengeluarkan SP3 atau surat perintah penghentian penyidikan untuk kasus yang sempat menggegerkan itu.
Dulu, tepatnya di tahun 2017, KPK cukup tegas menetapkan satu nama sebagai tersangka: Aswad Sulaiman, mantan Bupati Konawe Utara. Dia dituding menyalahgunakan jabatannya untuk urusan izin pertambangan. Intinya, dia diduga mengeruk keuntungan pribadi dan ujung-ujungnya merugikan keuangan negara.
Momen penetapan tersangka itu sendiri cukup berkesan. Di kantor KPK Kuningan, Wakil Ketua KPK saat itu, Saut Situmorang, tampil ke depan media.
"Menetapkan ASW (Aswad Sulaiman) sebagai tersangka," ucapnya pada Selasa, 3 Oktober 2017.
Namun begitu, perjalanan panjang penyidikan selama sewindu itu rupanya berakhir tanpa titik terang. SP3 yang dikeluarkan KPK kini menutup lembaran investigasi kasus tersebut, meninggalkan sejumlah pertanyaan tentang alasan di balik keputusan ini.
Artikel Terkait
Panglima TNI Pimpin Upacara Pemakaman Mayor Zulmi, Prajurit Kopassus Gugur di Misi PBB Lebanon
Presiden Prabowo Lepas Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi PBB di Lebanon
Empat Pekerja Tewas Terjatuh ke Bak Penampungan Air di Proyek Jagakarsa
Satgas PRR: Data Huntara Diperbarui Berkala untuk Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal