Pengerjaannya tidak bisa cepat. Butuh waktu.
"Kami memutuskan menunda keberangkatan sampai semua perbaikan tuntas dan pesawat benar-benar dinyatakan aman," lanjut Danang.
Jadwal pun berantakan. Penerbangan yang direncanakan berangkat dari Jeddah pada 24 Desember malam, tepatnya pukul 20.00 waktu setempat, akhirnya tak bisa terbang. Pesawat itu masih harus menjalani penanganan lebih lanjut di bandara Arab Saudi.
Jadi, keputusan untuk menunda diambil. Meski pahit, langkah ini dianggap perlu demi menjamin keselamatan semua orang di dalam pesawat.
Artikel Terkait
Unpad Buka Akses Darurat untuk Ojol Usai Protes Aturan QR Code
MPR RI Terapkan Penghematan: Jam Kerja Dipangkas, Sistem 4 Hari Kerja Segera Diberlakukan
Menparekraf Incar Kerja Sama dengan Irlandia untuk Pacu Ekspor Kreatif
Bareskrim Bongkar Jaringan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun, Diduga TPPU