Dengan persiapan yang nyaris nol, tiga pendaki nekat menantang Gunung Merapi lewat jalur terlarang. Kisahnya berakhir tragis. Dua orang berhasil selamat, namun satu lainnya ditemukan tak bernyawa.
Mereka memulai pendakian pada Sabtu lalu. Baru pada Minggu, seorang bernama Farhan berhasil turun sendirian di area Sapu Angin, Desa Tegalmulyo. Dari situlah cerita bermula. Farhan melaporkan bahwa dua temannya, Panji Rizky dan Aldo, hilang di gunung.
Pusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto, yang terlibat langsung dalam operasi pencarian, menggeleng-geleng mendengar penuturan Farhan.
"Kami temukan fakta, persiapan, perlengkapan, dan lainnya sangat tidak masuk akal untuk mendaki gunung," ujarnya.
Indiarto melanjutkan dengan nada yang masih tak percaya, "Bahkan ada salah satunya yang hanya mengenakan sandal jepit, bawa satu buah tumbler, dan tas kecil yang sangat tidak memadai untuk naik puncak gunung."
Rupanya, ketiganya memilih jalur Kalitalang yang sama sekali bukan jalur resmi pendakian. Meski tahu itu berbahaya, mereka tetap nekat.
"Dari keterangan Farhan ini kita ketahui ternyata ada tiga orang yang naik ke puncak Gunung Merapi melalui Kalitalang, padahal tidak ada jalur pendakian dari situ. Tapi mereka nekat naik," tutur Indiarto.
Menurut penjelasannya, mereka sempat mencapai area sekitar Pasar Bubrah, dekat puncak. Namun, saat turun, mereka tidak kembali lewat jalan yang sama. Mereka mengambil jalur Sapu Angin.
Di sinilah masalah mulai beruntun. Di sekitar pos 2 dekat panel surya, Rizky sudah kelelahan dan memutuskan untuk bermalam di situ. Farhan dan Aldo kemudian turun lebih dulu untuk mencari bantuan.
Tapi perjalanan turun pun tak lancar. Alih-alih menuruni jalur normal Sapu Angin, mereka malah belok ke kiri menuju arah Gua Jepang. Dalam kondisi panik dan gelap, Farhan terpeleset dan merosot sekitar 15-20 meter. Insiden itu memisahkannya dari Aldo.
Farhan akhirnya berhasil mencapai permukiman. Sementara nasib kedua temannya, harus ditunggu hingga tim gabungan menemukan mereka.
Artikel Terkait
Pendaftaran Pimpinan Baru OJK Dibuka, Politikus Diperbolehkan dengan Syarat
KPAI Soroti Dugaan Pelanggaran UU Perlindungan Anak dan UU TPKS oleh Guru di Jember
Pilot dan Kopilot Tewas Ditembak Usai Pesawat Mendarat di Bandara Papua
DPR Minta Dua Menteri Fokus Bantu Presiden, Jangan Saling Intrik