Di sisi lain, ia mendorong pemilahan sampah sederhana di tingkat masyarakat. Fokusnya cuma dua: pisahkan sampah organik dan anorganik yang masih punya nilai. Skema yang terlalu rumit, menurutnya, sulit dijalankan di lapangan.
"Pendekatan bertahap ini lebih efektif untuk diterapkan secara luas," tambahnya.
Tak kalah penting, pengolahan sampah organik secara lokal harus diperluas. Pasar tradisional, kawasan komersial, permukiman padat di situlah titik kritisnya.
"Komposting skala lingkungan dan komunal dapat secara signifikan mengurangi volume sampah basah yang selama ini menjadi sumber bau, pencemaran, dan keluhan masyarakat," ucap Eddy.
Namun begitu, semua upaya itu butuh pengelolaan yang solid. Eddy menekankan pentingnya penguatan tata kelola di daerah. Misalnya dengan membentuk satuan tugas khusus yang mengawal persiapan implementasi Perpres 109 Tahun 2025.
"Kesiapan data, koordinasi lintas sektor, serta komunikasi yang transparan dengan masyarakat merupakan prasyarat utama," tutupnya. Tanpa itu, kebijakan sebaik apapun bisa mentok di tengah jalan.
Artikel Terkait
Wahana Honda Ingatkan Pentingnya Cek Motor dan Patuhi Aturan Usai Lebaran
Serangan Iran di Tel Aviv Lukai 6 Orang, Dialog AS Dikabarkan Tak Redakan Ketegangan
Bus Wisatawan Bekasi Kecelakaan di Turunan Tajam Lebak, 21 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Bojan Hodak: Rekrutan Prancis Buka Peluang Bisnis dan Relasi Internasional untuk Persib