Sebagai contoh, ia menyebut satu kasus yang ditanganinya. Narkoba diambil dari wilayah Pekanbaru, namun produsennya diduga kuat berasal dari Malaysia atau bahkan Cina. Jalurnya berliku.
"Jadi dia terimanya di Pekanbaru, kemudian diambil dibawa ke Jakarta menggunakan mobil sewaan,"
Nah, untuk menghindari pemeriksaan, barang-barang itu dibagi dan disembunyikan di beberapa kompartemen sekaligus. Trik klasik, tapi masih sering dipakai. Tujuannya jelas: agar tidak mudah terlihat, baik oleh mata polisi maupun alat pemindai sekalipun.
Di sisi lain, pola transit ini memang membuat penyelidikan jadi lebih rumit. Jejaknya terputus-putus. Meski begitu, pengungkapan ribuan kasus dalam waktu singkat itu menunjukkan bahwa aparat mulai memahami pola pergerakannya. Tantangannya tetap ada, tapi perang terhadap narkoba jelas belum berakhir.
Artikel Terkait
Iran Ancam Tutup Teluk Persia dengan Ranjau Laut Jika Diserang AS-Israel
Satpol PP Jaksel Kerahkan 160 Personel Amankan Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran
Jasa Marga Terapkan Satu Arah di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Anggota MPR Desak Percepat RUU Pengelolaan Iklim Menyikapi Suhu Terik di Jakarta