"Dampaknya Kolam Air Panas Pancuran 13 hilang atau tergerus banjir bandang, jembatan kecil di area Pancuran 13 rusak atau hilang, serta material lumpur, pasir, dan batu menutup sebagian area wisata,"
jelas Bergas lebih lanjut.
Kondisi ini memaksa pengelola untuk bertindak cepat. Area Pancuran 13 kini ditutup sementara untuk umum. Pengunjung yang sempat ada sudah dievakuasi demi keamanan. Tim sudah membersihkan lokasi, memastikan tak ada lagi wisatawan yang berkeliaran di zona berbahaya.
"Area Pancuran 13 ditutup sementara, pengunjung sudah dievakuasi dan lokasi sudah disteril dari pengunjung,"
tuturnya.
Di tengah kerusakan yang cukup parah, ada satu kabar yang patut disyukuri: tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski infrastruktur rusak, nyawa manusia berhasil diselamatkan. Pihak berwenang masih terus memantau dan mengevaluasi kerusakan yang terjadi, sementara langit di atas Guci perlahan mulai tenang.
Artikel Terkait
Pemerintah Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Warga Negara Jerman Dideportasi dari Sulteng karena Riset Ilegal di Lore Lindu
H+2 Lebaran, Jalan Sudirman Jakarta Masih Sepi Meski Hari Senin
Jalan Sudirman Sepi di Hari Kedua Lebaran, Puncak Arus Balik Diprediksi Lebih Padat