Yang lebih memilukan, suatu masa Bekasi bahkan sempat vakum kepemimpinan. "Sampai-sampai suatu ketika, baik bupati maupun wakilnya sama-sama tersandung masalah hukum. Daerah jadi tak punya pemimpin," sambung Eddy, menggambarkan situasi yang ia sebut sangat ironis.
Melihat rekam jejak kelam ini, Eddy menekankan bahwa sudah waktunya ada perhatian khusus. Aparat penegak hukum dan Kementerian Dalam Negeri, menurutnya, harus turun tangan lebih serius.
"Ini perlu jadi perhatian bersama. Dari penegak hukum, dari Kemendagri, dan tentu saja dari masyarakat Bekasi sendiri. Mereka berhak menuntut pemerintahan yang bersih, dan wajib mengawasi jalannya pemerintahan," tuturnya.
Kasus Ade Kuswara sendiri pecah pada Kamis (18/12). Dia diduga terlibat suap terkait sebuah proyek. Sayangnya, dia bukan yang pertama. Pada 2018, mantan Bupati Neneng Hasanah sudah lebih dulu diciduk KPK terkait kasus suap perizinan proyek Meikarta.
Belum lagi mantan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohammad, yang juga pernah merasakan dinginnya jeruji. Lalu, pada 2022, giliran mantan Wali Kota Rahmat Effendi yang terjaring operasi serupa. Daftar panjang ini, sungguh, membuat miris siapapun yang peduli.
Artikel Terkait
Warga Swiss Ditahan di Bali Usai Hina Hari Raya Nyepi di Media Sosial
Satgas Damai Cartenz Korbankan Mudik Lebaran untuk Jaga Stabilitas di Kiwirok
Trump Bagikan Video Sketsa yang Perlihatkan PM Inggris Starmer Ketakutan Terima Teleponnya
Restoran Cibiuk di Garut Jadi Favorit Pemudik, Omzet Naik 50% Jelang Lebaran