Langit Pandeglang Merah Membara, BMKG Pastikan Bukan Pertanda Bencana

- Jumat, 19 Desember 2025 | 20:45 WIB
Langit Pandeglang Merah Membara, BMKG Pastikan Bukan Pertanda Bencana

Langit di Pandeglang tiba-tiba berubah merah kemarin sore. Fenomena yang sempat bikin heboh dan menimbulkan tanya-tanya itu akhirnya dijelaskan oleh BMKG. Intinya, jangan khawatir. Menurut badan cuaca tersebut, warna merah menyala di langit itu bukan pertanda bakal ada bencana alam.

Penjelasan resmi datang dari Hartanto, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Banten. Dia menegaskan, kejadian ini murni fenomena alam biasa.

“Kejadian tersebut tidak mencirikan akan terjadinya bencana alam,” ujar Hartanto, Jumat (19/12/2025).

Lalu, apa penyebabnya? Ternyata sederhana. Ini soal permainan cahaya matahari sore. Hartanto bilang, fenomena itu terjadi karena pembiasan cahaya saat matahari hampir terbenam. Posisinya yang rendah membuat cahaya harus menempuh perjalanan lebih panjang lewat atmosfer.

Nah, dalam perjalanan panjang itu, warna-warna dengan gelombang pendek seperti biru dan hijau tersebar dan terserap. Yang akhirnya sampai ke mata kita? Hanya warna dengan gelombang panjang, yaitu merah dan jingga.

“Sehingga hanya warna dengan gelombang panjang seperti merah, dan jingga yang mampu menembus atmosfer dan tertangkap oleh mata kita,” jelasnya.

Tapi kenapa warnanya bisa begitu pekat dan dramatis? Di sinilah faktor lokal berperan. Hartanto menyebut, warna merah yang kuat itu dipengaruhi tingginya konsentrasi uap air atau partikel aerosol seperti debu atau polutan yang melayang di udara.

Kebetulan, kondisi di Pandeglang saat ini mendukung. Wilayah itu sedang diguyur hujan, yang membuat udara dipenuhi uap air. Partikel-partikel inilah yang kemudian memantulkan dan memperkuat warna merah tadi ke awan-awan di sekelilingnya, menciptakan pemandangan yang luar biasa.

“Warna merah yang tampak sangat pekat biasanya dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi uap air, atau adanya partikel aerosol di udara,” tambah Hartanto.

Jadi, kesimpulannya, langit merah itu cuma pertunjukan optik alamiah. Indah untuk dilihat, tapi tak perlu ditakuti.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar