KSAD Maruli Simanjuntak Ungkap Tantangan Perbaikan Jembatan Pascabencana di Sumatera

- Jumat, 19 Desember 2025 | 16:35 WIB
KSAD Maruli Simanjuntak Ungkap Tantangan Perbaikan Jembatan Pascabencana di Sumatera

Jenderal Maruli Simanjuntak, sang KSAD, baru-baru ini mengonfirmasi peran penting TNI AD dalam menangani kerusakan infrastruktur pascabencana. Fokusnya saat ini ada di Sumatera, di mana sejumlah jembatan mengalami kerusakan parah. Menurutnya, Angkatan Darat memang mendapat mandat khusus untuk menangani masalah jembatan di seluruh tanah air.

"Presiden sudah menyampaikan supaya saya fokus di daerah bencana," ujar Maruli.

Dia menjelaskan hal itu dalam sebuah konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat lalu. Intinya, tugas mereka sudah jelas: memperbaiki dan membangun kembali akses yang putus.

Soal persiapan, Maruli menyebut sudah ada 18 unit jembatan bailey yang disiapkan. Pekerjaan di lapangan pun sudah bergulir. Hingga saat ini, katanya, tujuh jembatan bailey di Sumatera berhasil diselesaikan. Namun begitu, masih ada pekerjaan rumah yang menanti. Sebanyak 11 unit lainnya masih dalam proses. Rinciannya, enam sedang dipasang, lima unit sudah tiba di pelabuhan, dan tiga lagi masih terhambat di jalan karena aksesnya perlu dibenahi terlebih dahulu.

"Jadi memang untuk bisa mencapai kondisi sekarang, saya kira anggota kami itu bekerja sangat luar biasa," sambungnya, memberi apresiasi pada anak buahnya.

Dia cukup optimis. Asal ketersediaan alat memadai, sekitar 50-an jembatan bailey ditargetkan bisa terpasang pada Januari mendatang. Itu harapannya.

Di sisi lain, tantangan tak cuma soal bailey. Ada juga daftar perbaikan untuk 37 jembatan armco yang harus dikerjakan. Nah, yang satu ini rupanya lebih pelik. Prosesnya tidak semudah membalik telapak tangan.

"Ini memang sulit," imbuh Maruli.

Alasannya, konstruksi armco harus dipesan dan dikirim langsung dari Jakarta. Stok di pabrik pun terbatas. Setelah dikirim, perjalanan mengangkut material berat itu ke lokasi bencana seringkali menemui rintangan. Survei, pengiriman, hingga pemasangan di lapangan semuanya butuh usaha ekstra. Tapi itulah tugas yang harus dijalankan, untuk membuka kembali jalan yang terputus.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar