Pandangan serupa datang dari pihak Belanda. Marcel Beukeboom, Direktur Jenderal Naturalis Biodiversity Center, mengakui arti penting koleksi Dubois ini.
"Fosil ini menjadi saksi atas mata rantai penting dalam evolusi manusia," kata Marcel. Ia menegaskan, benda ini adalah bagian dari sejarah Indonesia dan warisan budayanya.
Yang menarik, ini baru permulaan. Marcel menyebutkan niat untuk melakukan repatriasi atas ribuan koleksi lain yang digali dari Indonesia pada era yang sama. Prosesnya tentu akan berlanjut dengan kerja sama para ahli dari kedua negara untuk memastikan keamanan dan keutuhan data.
Acara intinya berlangsung sehari sebelumnya, Rabu (17/12), di Ruang Kertarajasa, Museum Nasional Indonesia. Di sana, penandatanganan kesepakatan antara Menbud Fadli Zon dan Duta Besar Belanda, Mark Gerritsen, secara resmi menandai pemindahan kepemilikan atas empat koleksi fosil Dubois. Suasana khidmat itu dihadiri oleh banyak tamu penting, mulai dari anggota DPR, perwakilan museum, diplomat, hingga para akademisi.
Lalu, apa yang bisa dilihat pengunjung? Pameran ini menghadirkan fragmen tengkorak, gigi geraham, dan tulang paha Homo erectus yang diperkirakan berusia sekitar satu juta tahun. Tak cuma fosil, ada juga cangkang kerang bergores. Semua disajikan dengan alur kronologis yang runut, ditemani ilustrasi ilmiah dan konten multimedia yang imersif. Tujuannya agar jangkauannya luas dan inklusif.
Kolaborasinya pun cukup ekstensif. Naturalis Leiden, Fadli Zon Library, Epson, Museum Geologi Bandung, hingga sejumlah nama seperti Apud Budianto dan Bambang Win, terlibat dalam perhelatan ini. Ini menunjukkan adanya tanggung jawab bersama dalam soal pelestarian warisan budaya.
Pada akhirnya, pameran ini diharapkan jadi lebih dari sekadar display benda kuno. Ia ingin menjadi ruang pembelajaran yang hidup. Sebuah upaya untuk memperkuat pemahaman sejarah, menumbuhkan kebanggaan nasional, dan mendorong generasi muda turut menjaga warisan leluhurnya. Jejak manusia Jawa itu kini memang telah kembali. Pertanyaannya, bagaimana kita menyambutnya?
Artikel Terkait
Dendam dan Keserakahan Motif Suami Siri dan Ibu Angkat Mutilasi Wanita di Samarinda
Harga BBM di Indonesia Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Global
Pria di Pangkep Bacok Kerabat Sendiri Usai Silaturahmi Lebaran
Silaturahmi Lebaran di Pangkep Berakhir Tragis, Parang Dihunus ke Kerabat Sendiri