Rindu pada keluarga tentu ada. Orang tuanya terakhir menjenguk di minggu pertama ia sekolah. "Kangen sama orang rumah," bisiknya lirih.
Meski begitu, perlahan suasana di Sekolah Rakyat mengobati kerinduannya. Ia punya teman, guru yang sabar, dan tempat yang nyaman.
"Teman baik-baik, sering main bola, kadang main layangan juga," ceritanya.
Menjelang akhir pembicaraan, Albert terdiam sejenak. Matanya memandang ke halaman sekolah yang rindang. Lalu, dengan suara pelan namun jelas, ia menyampaikan terima kasih.
"Terima kasih kepada guru-guru. Bapak dan Ibu Wali Asuh, Presiden Prabowo juga karena sudah memasukkan saya ke Sekolah Rakyat ini," ujarnya.
Setelah meneguk air, ia menepuk-nepuk celana yang berdebu. Waktunya kembali belajar.
"Abis ini mau belajar BTQ, senang banget sekolah di sini," tuturnya sambil tersenyum lebar, sebelum berlari kecil menuju kelas.
Albert adalah satu dari sekian banyak anak yang mendapat kesempatan kedua. Lewat program Sekolah Rakyat, harapan itu kembali tumbuh. Dari kebun pala, dari laut Ternate, dari tangan-tangan kecil yang tak kenal lelah berjuang.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Modus Tim 8 dan Pengepul Uang di Balik Calon Perangkat Desa Pati
Warga Lenteng Agung Desak Penutupan Tempat Hiburan Jelang Ramadhan
Si Jago Merah Lumat Gudang Dekorasi dan Empat Ruko Tekstil di Tangsel
Gencatan Senjata Gaza Diterjang Bom, Anggota DPR Soroti Pelanggaran Israel