Rindu pada keluarga tentu ada. Orang tuanya terakhir menjenguk di minggu pertama ia sekolah. "Kangen sama orang rumah," bisiknya lirih.
Meski begitu, perlahan suasana di Sekolah Rakyat mengobati kerinduannya. Ia punya teman, guru yang sabar, dan tempat yang nyaman.
"Teman baik-baik, sering main bola, kadang main layangan juga," ceritanya.
Menjelang akhir pembicaraan, Albert terdiam sejenak. Matanya memandang ke halaman sekolah yang rindang. Lalu, dengan suara pelan namun jelas, ia menyampaikan terima kasih.
"Terima kasih kepada guru-guru. Bapak dan Ibu Wali Asuh, Presiden Prabowo juga karena sudah memasukkan saya ke Sekolah Rakyat ini," ujarnya.
Setelah meneguk air, ia menepuk-nepuk celana yang berdebu. Waktunya kembali belajar.
"Abis ini mau belajar BTQ, senang banget sekolah di sini," tuturnya sambil tersenyum lebar, sebelum berlari kecil menuju kelas.
Albert adalah satu dari sekian banyak anak yang mendapat kesempatan kedua. Lewat program Sekolah Rakyat, harapan itu kembali tumbuh. Dari kebun pala, dari laut Ternate, dari tangan-tangan kecil yang tak kenal lelah berjuang.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka