Lalu, Siapa Saja yang Kena?
Aturan ini menyasar hampir semua jenis kunjungan. Mau turis, pelajar, atau pebisnis? Kena. Bahkan mereka yang berniat bermigrasi permanen pun ikut terdampak.
Tapi ada pengecualian. Kalau kamu sudah punya visa yang sah, atau berstatus penduduk tetap (green card), kamu aman. Begitu juga dengan para diplomat dan atlet dengan visa khusus. Pihak yang dianggap "melayani kepentingan AS" juga bakal dilewatin.
Apa yang Jadi Pemicunya?
Memang, sejak dulu Trump getol soal imigrasi ketat. Tapi kebijakan terbaru ini rupanya dipicu beberapa peristiwa belakangan.
Pemerintahannya mulai serius bicara perluasan larangan setelah penangkapan seorang warga Afganistan yang diduga terlibat penembakan dua anggota Garda Nasional, November 2025 silam. Sejak kejadian itu, proses suaka dan imigrasi dari 19 negara awal langsung ditangguhkan.
Trump juga pernah berulah dengan mengancam aksi militer ke Nigeria awal November lalu. Alasannya, klaim penganiayaan terhadap umat Kristen. Nigeria sendiri membantah keras klaim tersebut.
Baru-baru ini, Sabtu (13/12), dia kembali bersumpah akan balas dendam "serius" ke Suriah. Itu menyusul tewasnya dua tentara AS dan seorang penerjemah dalam serangan yang didalangi ISIS.
Gedung Putih punya alasan administratif. Mereka menyebut verifikasi warga dari negara-negara tersebut sulit karena "korupsi yang meluas, dokumen palsu, dan catatan kriminal yang tidak jelas." Beberapa negara juga disebut enggan menerima kembali warganya yang dideportasi.
Kebijakan ini jelas akan memicu polemik. Bagaimana dampaknya nanti? Kita lihat saja pada 1 Januari 2026.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka