Ia lantas mengajak semua pilar Kementerian Sosial untuk terus membantu pemerintah daerah. Intinya sederhana: gotong royong dan aksi nyata di lapangan harus jadi prioritas.
Di sisi lain, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengakui pihaknya telah berupaya maksimal menangani dampak bencana. Namun begitu, ia tak menampik adanya berbagai keterbatasan yang dihadapi di lapangan.
“Semoga Allah melindungi kita semua,” katanya dengan haru.
Bupati juga tak lupa menyemangati warganya, terutama anak-anak, untuk bangkit dan kembali bersekolah. Ia bahkan sempat meminta kepada Gus Ipul agar disediakan tempat belajar sementara bagi anak-anak pengungsi. Harapannya jelas: pemulihan harus menyentuh semua aspek, termasuk pendidikan.
“Terus jadi orang terdepan di kemudian hari. Bangkit semua untuk Pidie Jaya kedepan dan majunya Indonesia,” tegas Sibral, menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Mudik Lebaran 2026
Drama Turbulent Love Tayang 16 Maret 2026, Usung Kisah Polisi Penyamar dan Pewaris Mafia
Arus Mudik Lebaran 2026: 1,1 Juta Kendaraan Sudah Keluar dari Jakarta
Antrean Kendaraan Tembus 13.000 Unit, Puncak Arus Mudik Landa Pelabuhan Merak