Nah, soal antisipasi kemacetan, Korlantas punya rencana. Mereka akan mengandalkan data "traffic counting" di jalan tol untuk memprediksi puncak arus mudik dan balik. Hasil perhitungan volume kendaraan inilah yang nanti menentukan langkah rekayasa lalu lintas.
“Dari apakah nanti ada "one way" atau "contraflow",” sebutnya memberi contoh.
Rekayasa tak cuma di tol. Jalur arteri pun disiapkan, misalnya di kawasan Gadog yang menuju Puncak, Bogor. Intinya, di mana saja terjadi lonjakan volume kendaraan, skenario sudah disiapkan.
“Termasuk juga puncak arus yang ada di penyeberangan, Merak ke Bakauheni,” ungkap Agus.
Menurut dia, semua skenario itu bahkan sudah mempertimbangkan kemungkinan terburuk, seperti cuaca ekstrem. Baik itu di pelabuhan maupun di jalan raya.
“Skenario cara bertindaknya sudah kita siapkan semuanya,” pungkasnya dengan nada meyakinkan. Sekarang, tinggal menunggu waktu pelaksanaannya.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka