Netanyahu merasa pemerintah Australia abai. "Pemerintah Anda tidak melakukan apa pun untuk menghentikan penyebaran antisemitisme di Australia. Anda tidak melakukan apa pun untuk mengekang sel-sel kanker yang tumbuh di dalam negara Anda," ucapnya.
Di sisi lain, langkah Australia mengakui Palestina memang sudah direncanakan. Albanese mengumumkannya Agustus lalu, lalu diwujudkan di Sidang Umum PBB pada September. Netanyahu rupanya masih menyimpan surat yang dikirimkannya kala itu kepada Albanese.
Nada pidatonya keras, penuh emosi. Seolah, tragedi berdarah di Bondi adalah konsekuensi langsung dari sebuah keputusan diplomatik. Namun begitu, tanggapan resmi dari pemerintah Australia hingga kini belum terdengar.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka