Di sisi lain, persoalan air bersih masih jadi kendala utama di Tukka. Menyadari hal itu, selain air minum, rombongan dari Lapas 2A Sibolga juga mengangkut pasokan air bersih untuk keperluan sehari-hari warga. Terlihat warga mengantri dengan tertib, mengisi jerigen dan ember mereka masing-masing. Air itu akan dipakai untuk memasak, minum, dan menjaga kebersihan.
Kegiatan ini lebih dari sekadar penyaluran barang. Ini adalah wujud empati dan tanggung jawab sosial lembaga pemasyarakatan terhadap lingkungan sekitarnya. Nuansa gotong royong terasa kuat di posko itu.
Ke depan, Lapas Sibolga memastikan diri akan terus mendampingi. Bantuan untuk pemulihan pasca banjir akan tetap mengalir, selama kemampuan mereka ada. Sebuah langkah sederhana, tapi sangat berarti bagi warga yang sedang berjuang.
Artikel Terkait
Menteri Kesehatan Apresiasi Penurunan Signifikan Kecelakaan Mudik
Raja Xerxes I Menghukum Lautan Usai Badai Hancurkan Jembatan Pasukannya
Lebaran 2026: 76 Juta Pemudik Pilih Mobil Pribadi, Ini Tips Aman dari Ahli
Pedagang Cilik Nekat Mudik Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis Demi Bertemu Ibu