Di sisi lain, persoalan air bersih masih jadi kendala utama di Tukka. Menyadari hal itu, selain air minum, rombongan dari Lapas 2A Sibolga juga mengangkut pasokan air bersih untuk keperluan sehari-hari warga. Terlihat warga mengantri dengan tertib, mengisi jerigen dan ember mereka masing-masing. Air itu akan dipakai untuk memasak, minum, dan menjaga kebersihan.
Kegiatan ini lebih dari sekadar penyaluran barang. Ini adalah wujud empati dan tanggung jawab sosial lembaga pemasyarakatan terhadap lingkungan sekitarnya. Nuansa gotong royong terasa kuat di posko itu.
Ke depan, Lapas Sibolga memastikan diri akan terus mendampingi. Bantuan untuk pemulihan pasca banjir akan tetap mengalir, selama kemampuan mereka ada. Sebuah langkah sederhana, tapi sangat berarti bagi warga yang sedang berjuang.
Artikel Terkait
Selandia Baru Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian
Kapolres Jaksel Ngopi di Gang Manggarai, Dengar Keluhan Warga Soal Tawuran dan Narkoba
Kebon Pala Terendam Dua Meter, Polairud Berjibaku Evakuasi Warga
Haedar Nashir Kritik Wacana Polri di Bawah Kementerian: Itu Mundur dari Reformasi