Bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Aceh akhirnya mengudara juga. Lewat kerja sama WWF Indonesia dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta, sebanyak 22,5 ton barang logistik berhasil diterbangkan pada Jumat lalu. Ini bukan pengiriman biasa menurut pihak WWF, ini adalah gelombang kedelapan dan sekaligus yang terbesar dalam upaya tanggap darurat mereka belakangan ini.
Aditya Bayunanda, CEO WWF Indonesia, tampak lega. Dari area kargo Bandara Soekarno-Hatta, ia menjelaskan rincian kiriman tersebut.
"Malam ini kita kirim 22,5 ton," ujarnya. "Isinya beras 15 ton, sisanya barang-barang mendesak lain. Mulai dari pembalut, pakaian layak pakai, sampai headlamp untuk penerangan."
Ia tak lupa mengapresiasi peran kepolisian. Dukungan Polri, kata Aditya, benar-benar memuluskan distribusi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Sinergi semacam ini rupanya krusial untuk mempercepat bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
"Kami sangat bersyukur dibantu untuk pengiriman ini oleh Kepolisian Republik Indonesia. Jadi total dengan pengiriman hari ini, mungkin sudah 57 ton yang terkirim ke Aceh," jelasnya lagi.
Dukungan dari Berbagai Maskapai
Namun begitu, tantangan terbesar sebenarnya ada di soal transportasi. Bagaimana mengangkut puluhan ton barang ke Aceh dengan cepat? Ternyata, jawabannya datang dari kolaborasi lintas maskapai.
Garuda Indonesia, Batik Air, Super Air Jet, Citilink, dan Pelita Air semua turun tangan menyediakan slot kargo untuk kiriman kemanusiaan ini. Upaya bersama ini yang membuat pengiriman skala besar bisa terwujud.
"Teman-teman dari maskapai begitu luar biasa membantu," tambah Aditya. "Biasanya dalam sehari kita cuma bisa kirim 500 kg. Tapi kalau lagi ada slot banyak, bisa sampai hampir 2 ton sekali angkut."
Bantuan yang terkumpul dari donasi masyarakat itu nantinya akan dibagi sesuai laporan dari lapangan. Daerah seperti Banda Aceh, Padang, atau Sumatera Utara akan menerimanya berdasarkan urgensi kebutuhan para pengungsi. Prioritasnya jelas: yang paling terdampak dan paling membutuhkan harus dapat duluan.
Artikel Terkait
Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Resmi Tersangka Korupsi Dana Bantuan Bencana Gunung Ruang, Kerugian Negara Capai Rp22,7 Miliar
Pabrik Kawat Baja BEKA di Subang Diresmikan, Dorong Daya Saing Industri dan Serapan Tenaga Kerja
Polres Cimahi Tangkap Pelaku Tunggal Pembunuhan Perempuan Lansia di Bandung Barat
Polisi Temukan Tabung Gas dan Sepeda Motor di Dalam Bus ALS yang Terlibat Kecelakaan Maut di Sumsel