22,5 Ton Bantuan Logistik Diterbangkan ke Aceh, Kolaborasi WWF dan Maskapai Pecahkan Kendala Distribusi

- Senin, 15 Desember 2025 | 08:10 WIB
22,5 Ton Bantuan Logistik Diterbangkan ke Aceh, Kolaborasi WWF dan Maskapai Pecahkan Kendala Distribusi

Bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Aceh akhirnya mengudara juga. Lewat kerja sama WWF Indonesia dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta, sebanyak 22,5 ton barang logistik berhasil diterbangkan pada Jumat lalu. Ini bukan pengiriman biasa menurut pihak WWF, ini adalah gelombang kedelapan dan sekaligus yang terbesar dalam upaya tanggap darurat mereka belakangan ini.

Aditya Bayunanda, CEO WWF Indonesia, tampak lega. Dari area kargo Bandara Soekarno-Hatta, ia menjelaskan rincian kiriman tersebut.

"Malam ini kita kirim 22,5 ton," ujarnya. "Isinya beras 15 ton, sisanya barang-barang mendesak lain. Mulai dari pembalut, pakaian layak pakai, sampai headlamp untuk penerangan."

Ia tak lupa mengapresiasi peran kepolisian. Dukungan Polri, kata Aditya, benar-benar memuluskan distribusi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Sinergi semacam ini rupanya krusial untuk mempercepat bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.

"Kami sangat bersyukur dibantu untuk pengiriman ini oleh Kepolisian Republik Indonesia. Jadi total dengan pengiriman hari ini, mungkin sudah 57 ton yang terkirim ke Aceh," jelasnya lagi.

Dukungan dari Berbagai Maskapai

Namun begitu, tantangan terbesar sebenarnya ada di soal transportasi. Bagaimana mengangkut puluhan ton barang ke Aceh dengan cepat? Ternyata, jawabannya datang dari kolaborasi lintas maskapai.

Garuda Indonesia, Batik Air, Super Air Jet, Citilink, dan Pelita Air semua turun tangan menyediakan slot kargo untuk kiriman kemanusiaan ini. Upaya bersama ini yang membuat pengiriman skala besar bisa terwujud.

"Teman-teman dari maskapai begitu luar biasa membantu," tambah Aditya. "Biasanya dalam sehari kita cuma bisa kirim 500 kg. Tapi kalau lagi ada slot banyak, bisa sampai hampir 2 ton sekali angkut."

Bantuan yang terkumpul dari donasi masyarakat itu nantinya akan dibagi sesuai laporan dari lapangan. Daerah seperti Banda Aceh, Padang, atau Sumatera Utara akan menerimanya berdasarkan urgensi kebutuhan para pengungsi. Prioritasnya jelas: yang paling terdampak dan paling membutuhkan harus dapat duluan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar