"Saya bangga dengan anak-anak Banteng Jatim. Meski tampil di kandang lawan, mereka punya mental juara. Tidak grogi, tidak kalah mental meski dihajar tekanan suporter Banteng Bali. Bravo!" ujarnya.
Ia juga berterima kasih atas sportivitas yang ditunjukkan oleh tim tuan rumah. "Banteng Bali melayani kami sebagai tamu dengan sangat baik," tambah Said.
Kemenangan ini, kata Said, bukan datang tiba-tiba. Skuad Banteng Jatim direkrut dari kader-kader berbakat di berbagai kota di Jawa Timur. Mereka digembleng keras sejak Oktober 2025, menjalani sembilan kali pertandingan uji coba melawan klub-klub tangguh.
Proses pemusatan latihan mereka pun ketat. Bertempat di Wisma Perjuangan, Kota Batu, para pemain diasah skill teknisnya, mental, kedisiplinan, dan tentu saja kekompakan tim.
"Rasanya, semua lelah dan pengorbanan itu terbayar sudah. Proses yang baik memang membuahkan hasil yang baik," ucap Said dengan nada puas.
Ke depan, komitmennya jelas. DPD PDI Perjuangan Jatim akan terus mendampingi dan mengasah bakat anak-anak Banteng Jatim ini. Tujuannya agar talenta mereka bisa berkembang optimal, mengantar mereka menapaki karier profesional, dan siapa tahu, mencapai puncak tertinggi di dunia sepak bola.
Artikel Terkait
Menteri Parekraf Apresiasi Banten Creative Fest, Soroti Anggaran Rp10 Triliun untuk Ekraf
Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dari CCTV, Tegaskan Bukan Buatan AI
Polisi Depok Amankan 13 Pelaku dan 4.066 Butir Tramadol dalam Operasi Maret 2026
Elnusa Petrofin Kerahkan 1.885 Mobil Tangki Dukung Distribusi BBM Saat Mudik